Home   Gatra.com   Log out  
 
User Name Password  
[ Anggota baru | Lupa password ]
Arsip Majalah | Tentang Gobang | Ketentuan | Menu Anggota

LAPORAN UTAMA

Lippo Merambah Pelbagai Lini

Memasuki generasi ketiga, jaringan bisnis Grup Lippo terbentang panjang, dari lembaga pendidikan, apartemen mewah, media massa, rumah sakit, hingga tempat pemakaman. Kekayaan grup ini diperkirakan mencapai US$ 11 milyar atau sekitar Rp 103,7 trilyun.

Badai krisis ekonomi 1998 sempat mengguncang kelompok usaha Lippo. Mochtar Riady sang pendiri Grup Lippo harus merelakan kepemilikan saham mayoritasnya di Bank Lippo ke Badan Penyehatan Perbankan Nasional. Padahal, bank ini menjadi lokomotif imperium bisnisnya.

Perbankan memang keahlian lelaki kelahiran Malang, Jawa Timur, 12 Mei 1929 itu. Karena itulah, Mochtar Riady dijuluki "The Magic Man of Bank Marketing". Ia membangun keterampilan usahanya, khususnya ilmu perbankan, dari nol. Mulai bekerja sebagai pegawai rendahan di Bank Kemakmuran pada akhir 1950-an. Kemudian ia pindah ke Bank Buana pada 1964, lalu pada 1971 meloncat ke Bank Panin yang merupakan gabungan Kemakmuran, Bank Industri Jaya, dan Bank Industri Dagang Indonesia.

Dari Bank Panin, Mochtar beralih ke Bank Central Asia (BCA) pada 1975. Ketika itu, ia menjadi orang kepercayaan Liem Sioe Liong, pemilik BCA. Selama menduduki jabatan penting di BCA, Mochtar mencoba berbisnis sendiri dengan membeli saham Bank Perniagaan Indonesia milik Hasyim Ning pada 1981.

Aset bank tersebut waktu itu baru Rp 16,3 milyar dan melonjak menjadi Rp 257,73 milyar setelah ditangani Mochtar. Dari sinilah awal Bank Lippo dibentuk dan di kemudian hari menjadi tulang punggung bisnis Grup Lippo.

Kini Bank Lippo tinggal sejarah. Bank itu sudah dibeli Khazanah Berhad --BUMN Malaysia-- dan digabung bersama Bank Niaga yang juga milik Khazanah menjadi CIMB Niaga. Mochtar pun mulai mengurangi aktivitas bisnisnya dan menyerahkan kuasa kelompok usaha Lippo kepada anaknya, James Tjahaja Riady. Namun kehilangan Bank Lippo tak membuat keluarga Riady kapok bermain di sektor perbankan.

Akhir 2010, keluarga Riady membeli saham Bank Nasional Nobu. Melalui anak usaha Grup Lippo, PT Kharisma Buana Nusantara (KBN), keluarga Riady membeli 60% saham dari pemilik lama, Alif Gunawan. Sisanya dimiliki CEO Grup Pikko, Yantony Nio.

Bank Nobu tergolong bank kecil, jauh bila dibandingkan dengan Bank Lippo. Data Bank Indonesia menunjukkan, aset Bank Nobu hanya Rp 111,557 milyar per semester I 2010. Adapun total dana pihak ketiga (DPK) hingga Juli 2010 mencapai Rp 24 milyar. Jumlah kredit yang disalurkan hanya Rp 1,315 milyar. Pada periode yang sama, bank ini mengalami kerugian Rp 12,631 milyar. Kantornya juga hanya sebuah kantor pusat tanpa cabang. Lokasinya pun bukan di pusat bisnis. Ia berada di Jalan KH Mas Mansyur, Jakarta.

Selain bank, keluarga Riady juga bergelut di sektor keuangan lainnya, seperti sekuritas. Namun kinerja usahanya tak mengilap. Usaha sekuritas ini kurang hoki seperti usaha lain di bidang properti. Sektor properti kini menjadi andalan bisnis Grup Lippo. Jaringan bisnis propertinya tersebar ke berbagai lokasi di Indonesia. Mulai Jakarta, Karawang, hingga Makassar. Tak hanya di dalam negeri, usaha popertinya pun melebar ke mancanegara, dari Singapura hingga Cina dan Hong Kong.

Di Indonesia, bisnis properti keluarga Riady berada di bawah payung Lippo Karawaci dan Lippo Cikarang. Diawali dengan didirikannya PT Tunggal Reksakencana pada 1990. Tiga tahun kemudian, perusahaan ini mulai mengembangkan Lippo Village sebagai cikal bakal Lippo Karawaci. Ini sebuah kota satelit yang bernuansa urban dan berdiri secara mandiri karena terintegrasi dengan fasilitas pendukung, mulai pusat perbelanjaan, pendidikan, hingga fasilitas kesehatan.

Selain Lippo Village, pembangunan permukiman urban terintegrasi juga dilakukan di Tanjung Bunga, Makassar, dan Serpong. Lippo Karawaci saat ini sedang menggarap dua pengembangan bangunan bertingkat terintegrasi skala besar di wilayah Jakarta, yaitu Kemang Village seluas 15 hektare dan St. Moritz di atas lahan 11 hektare.

Di Surabaya, juga ada City of Tomorrow. Kompleks ini memakai lahan sekitar 2,6 hektare, yang dilengkapi dengan fasilitas pusat perbelanjaan, kondominium, enam menara perkantoran, hotel bintang lima, dan sebuah universitas. Hasil kinerja keuangan Lippo Karawaci pada kuartal I 2012 meningkat 33% secara year on year menjadi Rp 1,171 milyar dari Rp 882 milyar untuk periode yang sama tahun 2011. Sedangkan laba bersihnya meningkat tajam 51%, menjadi Rp 205 milyar dari Rp 136 milyar.

Bila di sebelah barat Jakarta ada Lippo Karawaci, maka di sebelah timur ada Lippo Cikarang. Dibangun bersamaan dengan Lippo Village, Lippo Cikarang yang awalnya di bawah kendali Lippo Karawaci, kini sudah menjadi entitas bisnis sendiri, dan sudah melenggang ke lantai bursa.

Lippo Cikarang lebih berkonsentrasi pada pengembangan kompleks industri, meski tak meninggalkan pengembangan properti hunian. Di lahan seluas 1.600 hektare yang telah disiapkan, terdapat sekitar 700 industri dan menyerap setidaknya 30.000 tenaga kerja. Total luas kawasan Lippo Cikarang ditaksir mencapai 3.000 hektare. Sedangkan lahan yang telah dikembangkan untuk area komersial mencapai 450 hektare dan berisi 800 unit ruko. Luas lahan untuk residensial telah dikembangkan seluas 450 hektare yang berisi 10.000 unit rumah.

Selain permukiman, kelompok ini juga merambah ke pusat perbelanjaan. Tercatat lebih dari 20 mal dibangun di Jakarta dan beberapa kota besar lainnya. Misalnya Pejaten Village, Plaza Semanggi, Bandung Indah Plaza, Depok Town Square, Malang Town Square, Plaza Medan Fair, hingga Binjai Supermall.

Selain gedung pusat perbelanjaan, Lippo juga punya perusahaan retail. Pada 1996, Grup Lippo mengumumkan membeli lebih dari 50% saham Matahari Putra Prima, perusahaan retaill terbesar di Indonesia. Tak hanya Matahari, Lippo juga punya Hypermart dan Timezone.

Di sektor kesehatan, Lippo mulai membangun rumah sakit, yang juga berfungsi sebagai salah satu fasilitas penunjang kompleks hunian yang mereka bangun. Rumah sakit kelas atas pertama dibangun di Karawaci, menggandeng Gleneagles Hospital yang berbasis di Singapura. Pada perkembangannya, kini ada tujuh rumah sakit serupa di Surabaya hingga Balikpapan di bawah kendali Grup Lippo.

Grup Lippo juga masuk ke ranah perhotelan, ketika pada 1997 mengambil alih Hotel Aryaduta dari kelompok Hyatt. Awalnya, hotel ini bernama Ambasador milik B.M. Diah. Sebelumnya, Lippo juga punya hotel di Lippo Village, yang dibangun pada 1992. Ada pula di kawasan Semanggi. Aryaduta juga ada di luar Jawa, seperti Medan, Pekanbaru, dan Palembang. Sedangkan di Sulawesi, Aryaduta ada di Makassar.

Lippo pun merintis ragam bisnis baru, yang memang belum banyak pemainnya. Pada 2007, mereka membangun San Diego Hills Memorial Park, kompleks pemakaman modern yang terletak di Bekasi, sebelah timur Jakarta. Ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan lahan kuburan ketika warga Jakarta kesulitan mendapatkan tempat pemakaman yang layak.

Awalnya, semua perusahaan yang kini menjadi unit-unit bisnis Lippo berdiri sebagai perusahaan tersendiri. Baru pada 2004, Grup Lippo menggabungkan berbagai perusahan properti permukiman, retail dan komersial, kesehatan, infrastruktur, serta hospitality ke dalam Lippo Karawaci. Setelah merger, aktivitas bisnis Lippo Karawaci kemudian terbagi menjadi tiga bagian besar: properti, kesehatan, dan hospitality atau perhotelan.

Selain tiga jenis bisnis itu, Lippo juga mulai mengadung untung di bisnis media massa. Majalah Globe Asia, The Jakarta Globe, Suara Pembaruan, dan Investor Daily hingga Straits Times kini masuk jaringan binis kelompok ini. Tahun lalu, Grup Lippo mengakuisisi beritasatu.com dan menjadikan bisnis medianya, Beritasatu Media Holding, memperluas cakupan dengan media online dan televisi.

Semua media massa itu digawangi Theo L. Sambuaga, politikus Partai Golkar yang didaulat menjadi presiden direktur dan Peter Frans Gontha selaku publisher. ''Kami ingin membuat good news from Indonesia. Good news yang objektif,'' kata Peter Gontha kepada Mira Febri Melya dari Gatra.

Sebagai ekspansi Beritas Satu Media Holding, rencananya harian Suara Pembaruan akan terbit dengan cakupan wilayah lebih luas. Antara lain di Medan dan Makassar. ''Reformatting juga kami lakukan. Contohnya tampilan cover Jakarta Globe,'' ujar Peter.

Sebelumnya, pada 15 Mei lalu, Grup Lippo juga meluncurkan satelit yang dinamai Lippo Star, hasil kerja sama dengan perusahaan asal Jepang, SKY Perfect JSat Corporation dan Mitsui Corporation. Sebuah ancang-ancang Lippo menyambut era baru industri pertelevisian. Di anak usaha Lippo, Peter pun menempati posisi Presiden Komisaris First Media, perusahaan penyedia layanan TV kabel dan layanan internet, yang dulu dikenal dengan nama Kabelvision.

Ceruk lain yang digarap Lippo adalah pendidikan. Melalui Yayasan Pendidikan Pelita Harapan, dibangun Sekolah Pelita Harapan dan Universitas Pelita Harapan yang berstandar internasional dengan guru impor. Sekolah Pelita Harapan telah didirikan di lima tempat.

Dengan garis bisnis yang menguasai pelbagai lini itu, Lippo menyajikan semua kebutuhan konsumen, dari bayi lahir sampai mati. Lippo juga melengkapinya dengan layanan jasa keuangan, bank, dan asuransi. ''Sehingga tercipta kondisi 24 jam orang perlu Lippo,'' kata pengamat ekonomi Christianto Wibisono kepada Taufiqurrohman dari Gatra.

Kelompok bisnis ini, menurut majalah Forbes pada 2011, memiliki aset sekitar US$ 650 juta. Sedangkan menurut National University of Singapore, kekayaan grup ini mencapai US$ 11 milyar atau Rp 103,7 trilyun.

Kini Grup Lippo dipimpin generasi ketiga keluarga Riady. Dialah Michael Riady, sosok di balik megaproyek The St. Morizt yang bernilai Rp 11 trilyun di kawasan barat Jakarta. Michael punya mimpi, St. Morizt akan dilengkapi dengan gedung konvensi seluas 6.000 meter persegi, juga akuarium raksasa seperti Seaworld di Ancol, seluas 4.000 meter persegi. Bisa jadi, Michael-lah yang akan menggantikan James, pamannya. Di tangannya, Grup Lippo akan melanjutkan apa yang telah dirintis sang kakek.

Mukhlison S. Widodo

Pohon Binis Grup Lippo
Properti
Lippo Karawaci, Tangerang Lippo Village, Tangerang Kemang Village, Jakarta The St. Moritz Penthouses and Residences, Jakarta Tanjung Bunga (Makassar) Royal Serpong, Bogor San Diego Hill Memorial Park, Bekasi Lippo Cikarang, Bekasi Easton Comercial Center Emerald Mansion Florencia Grand Beverly Greenwood Le Vesta Oakwood Vassa Terrace Delta Silicon Industrial Park

Hotel
Aryaduta Hotel & Resort Group Hotel Aryaduta Jakarta Hyatt Regency Bandung Hotel Aryaduta Semanggi Hotel Aryaduta Lippo Village Hotel Aryaduta Makassar Hotel Aryaduta Manado Hotel Aryaduta Pekanbaru Hotel Aryaduta Medan Hotel Aryaduta Palembang

Pusat Perbelanjaan dan Mal
Pejaten Village, Jakarta Pluit Village, Jakarta The Plaza Semanggi, Jakarta Cibubur Junction, Jakarta Bandung Indah Plaza Plaza Medan Fair City of Tomorrow, Surabaya Depok Town Square Binjai Supermall GTC Makassar Grand Palladium Malang Town Square Kramatjati Indah Plaza

Jasa Keuangan
Bank Nobu Lippo Securities Lippo General Insurance

Media Massa
Beritasatu Media Holding, Beritasatu.com, Beritasatu TV, Jakarta Globe, Suara Pembaruan, Investor Daily, Straits Times, Student Globe, Globe Asia, Majalah Investo, Campus Asia, Kemang Buzz, The Peak, Campus Life, First Media

Kesehatan
Siloam Hospitals Groups, Siloam Hospitals Lippo Village, Siloam Hospitals Kebon Jeruk, Siloam Hospitals Lippo Cikarang, Siloam Hospitals Surabaya, Mochtar Riady Comprehensive Cancer Center, Siloam Hospitals Jambi, Siloam Hospitals Balikpapan

Retail
PT Matahari Putra Prima Hypermart Timezone

Pendidikan
Sekolah Pelita Harapan Lippo Village Sekolah Pelita Harapan Sentul City Sekolah Pelita Harapan Lippo Cikarang Sekolah Pelita Harapan Pluit Sekolah Pelita Harapan Kemang Village Universitas Pelita Harapan
ARTIKEL LAIN

Cover Majalah GATRA edisi No 40 / XVIII 9-15 Agustus 2012 (Tim Desain/Gatra)
 
RUBRIK

Apa & Siapa
Buku
Ekonomi & Bisnis
Focil
Hukum
Iklan
Ikon
Ilmu & Teknologi
Internasional
Kesehatan
Kolom
Laporan Khusus
Laporan Utama
Media
Nasional
Olahraga
Pariwara
Pendidikan
Perspektif
Ragam
Seni Rupa
Suplemen
Surat & Komentar
Tatapan
Teropong
 
Created and maintained by Gatra.com