Home   Gatra.com   Log out  
 
User Name Password  
[ Anggota baru | Lupa password ]
Arsip Majalah | Tentang Gobang | Ketentuan | Menu Anggota

INTERNASIONAL

Bursa Bersama Negeri Jiran

Singapura dan Malaysia sepakat membuka pasar saham bersama pada akhir 2018. Meski ada bayang-bayang mimpi buruk CLOB, perdagangan dengan akses kapitalisasi US$1,2 trilyun tersebut diharapkan menstimulus ASEAN Trading Link.

Rencana hubungan perdagangan antara Bursa Efek Singapura (SGX) dan Bursa Malaysia (BM) disepakati Selasa pekan lalu. Lewat kerja sama tersebut, investor saham kedua negara itu bisa mendapatkan akses tanpa batas mulai akhir tahun nanti. Setidaknya ada 1.600 perusahaan publik dengan nilai kapital lebih dari US$1,2 trilyun atau setara dengan $1,6 trilyun Singapura.

Kesepakatan itu tidak terealisasi dalam satu malam saja. Itu merupakan buah lobi setelah Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak bertemu Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong pada pertengahan Januari lalu. Agenda diskusi bilateral tersebut merupakan retret kunjungan ''negeri jiran'' ke ''negeri singa'' yang salah satu hasilnya adalah kerja sama tersebut.

Bursa saham dua negeri jiran itu memungkinkan investor berdagang dan menyelesaikan saham yang terdaftar di pasar saham masing-masing. Dengan demikian, aksesnya lebih mudah dan biayanya lebih rendah. "Hubungan perdagangan akan membantu menurunkan biaya perdagangan bagi investor dan mendorong investasi lintas batas yang lebih besar. Ini akan memperbaiki likuiditas kedua pasar saham kita," ujar Asisten Direktur Pengelola Otoritas Moneter Singapura (MAS), Lee Boon Ngiap, yang dikutip Strait Times.

Kerja sama itu juga akan mencakup pengaturan pasca-perdagangan, seperti kliring dan penyelesaian saham diperdagangkan. Pihak regulator MAS dan Komisi Sekuritas Malaysia pun telah bertemu. Mereka sepakat membuat jaringan perdagangan saham untuk pengaturan pengawasan, penegakan lintas batas, dan kerja sama operasional.

Presiden dan chief executive dari Securities Investors Association Singapore (SIAS), David Gerald, mengatakan bahwa langkah itu akan membuat investor memiliki lebih banyak opsi investasi. "Investor Singapura perlu tahu bahwa perusahaan tersebut diatur dengan baik, sehingga kita dapat memasukkan uang kita ke perusahaan tersebut," katanya, seperti yang dikutip Channel News Asia. Kemudian, juga akan mendapatkan imbal balik investasi yang sesuai janji, serta regulator menerapkan aturan "listing" tanpa celah.

Meskipun demikian, bukan berarti enggak ada kekhawatiran yang membayangi kerja sama tersebut. Presiden Society of Remisier, Jimmy Ho, menekankan bahwa kesepakatan itu masih harus membahas lebih terperinci perihal biaya kustodian, penyelesaian saham serta bagaimana hubungan perdagangan tersebut akan diopersionalkan. Sebab, berkaca pada praktik sebelumnya, harus ada perbaikan. Salah satu ''mimpi buruk'' yang pernah terjadi adalah insiden CLOB (Central Limit Order Book) pada 1998 silam.

Ketika itu, sebanyak 172.000 investor Singapura membeli saham Malaysia lewat sistem CLOB yang menjual milyaran saham perusahaan yang berbasis di Malaysia. Namun kemudian saham itu dibekukan tanpa batas waktu setelah Kuala Lumpur melarang perdagangan saham Malaysia di luar negeri. Malaysia menuduh CLOB sebagai perdagangan ilegal.

Menurut Jimmy, ''mimpi buruk'' CLOB itu masih ada di benak investor Singapura. Mereka masih sangat berhati-hati dengan pasar Malaysia. "Jadi, jika kita membangun jembatan antara kedua belah pihak, pemulihan kepercayaan diri sangat penting," ia menegaskan. Yakni kepastian bahwa praktik tersebut tidak akan terganggu atau dirusak. Misalnya ketika ada perubahan rezim di Malaysia, kebijakan tersebut tidak akan berubah dalam semalam.

Pasar saham bersama Singapura Malaysia mengikuti jejak keberhasilan Cina dan Hong Kong yang menghubungkan bursa saham dan pasar obligasi mereka sejak 2016 lalu. Ekonom Bank CIMB Singapura, Song Seng Wun, mengatakan, kesuksesan tersebut telah menekan bursa di Asia Tenggara. ''Persaingan regional telah menekan bursa,'' ujarnya, sebagaimana dilansir Bloomberg.

Jalinan kerja sama itu membuat dua bursa kedua negara tidak mau ketinggalan karena investornya berkumpul di tempat lain. Sehingga ketika mendeklarasikan itu, mereka bisa melambaikan bendera sambil berkata, ''Kita juga memiliki hubungan perdagangan,'' ujar Song.

Sebenarnya, upaya untuk membuat pasar saham bersama sudah ada sejak 2012. Ketika itu, sudah ada kesepakatan antara Malaysia dan Singapura dengan niat membuat ASEAN Trading Link yang akhirnya berlanjut dengan bergabungnya Thailand. Namun, karena kemajuannya lambat, mereka sepakat menutupnya pada Oktober lalu. Berselang kurang dari empat bulan, titik temu baru pun muncul dengan wacana bursa saham Singapura dan Malaysia tersebut.

Menurut Ketua Komisi Sekuritas Malaysia yang juga Ketua ASEAN Capital Markets Forum, Tan Sri Ranjit Ajit Singh, sistem yang dirancang pada 2012 memiliki kelemahan dari sisi struktur, biaya, dan beberapa masalah penyelesaian perdagangan rumit yang akan dibahas di link baru.

Dahulu Singapura dan Malaysia adalah satu negara, namun berpisah pada tahun 1965. Hubungan erat antara dua negara itu mencair dalam beberapa tahun terakhir dengan serangkaian penandatanganan kesepakatan bilateral. Singh masih memiliki harapan besar akan kolaborasi baru tersebut. Niatnya adalah mengusung semangat berbeda dan bisa mendukung pasar saham ASEAN. ''Sehingga persiapan link ini menjadi langkah penting untuk mendorong investor ASEAN berinvestasi di ASEAN,'' ungkapnya seperti dilansir Reuters.

Kebijakan baru itu diharapkan menjadi langkah awal dalam melihat lebih banyak hubungan semacam ini di kawasan ASEAN. Sebab menghubungkan pasar ASEAN merupakan hal mendesak. "Saya melihat cerita lebih besar (ASEAN Trading Link). Saya berharap Thailand akan masuk, saya harap Vietnam akan masuk dan pasar terus berkembang," kata ahli strategi perdagangan KGI Securities di Singapura, Nicholas Teo.

Birny Birdieni
ARTIKEL LAIN

Cover Majalah GATRA edisi No.16 / Tahun XXIV / 15 - 21 Feb 2018 (Tim Desain/Gatra)
 
RUBRIK

Agama
Apa & Siapa
Ekonomi & Bisnis
Focil
Ilmu & Teknologi
Internasional
Kesehatan
Kolom
Laporan Khusus
Laporan Khusus II
Laporan Utama
Lingkungan
Multimedia
Nasional
Pariwara
Perjalanan
Surat & Komentar
Teropong
Wawancara
 
Created and maintained by Gatra.com