Home   Gatra.com   Log out  
 
User Name Password  
[ Anggota baru | Lupa password ]
Arsip Majalah | Tentang Gobang | Ketentuan | Menu Anggota

LAPORAN KHUSUS

Syarif Burhanudin, Ketua Komite Keselamatan Konstruksi (Komite K2): Kecelakaan Konstruksi Aspeknya Luas

Belum lama ini, Komite Keselamatan Konstruksi hadir. Mereka sudah diberi banyak pekerjaan akibat kecelakaan di proyek-proyek konstruksi. Pelaku jasa konstruksi yang tidak aman, bisa diganjar sanksi administratif hingga dicabut izinnya.

Pekan lalu, publik disuguhi drama menegangkan sekaligus memilukan tentang upaya penyelamatan dua penumpang mobil yang terjebak runtuhan tembok pembatas di perimeter selatan Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Peristiwa tersebut merenggut nyawa Putri, pengemudi mobil, dan membuat Mukhmaina, rekannya, harus dirawat akibat cedera.

Bila ditelusuri ke belakang, ada beberapa peristiwa kecelakaan serupa yang punya benang merah, yakni melibatkan konstruksi serta proyek infrastruktur. Berdasarkan catatan GATRA, ada 12 kasus kecelakaan di proyek infrastruktur dalam tujuh bulan belakangan. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serta keraguan mengenai faktor keselamatan dalam proses konstruksi atau setelahnya.

Untuk itu, GATRA mewawancarai Dirjen Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Syarif Burhanudin, selaku Ketua Komite Keselamatan Konstruksi (Komite K2). Lembaga yang baru diresmikan pada akhir Januari lalu ini bertugas memantau, mengevaluasi, dan menginvestigasi proyek atau kecelakaan yang terjadi pada saat pelaksanaan konstruksi. Laporan mereka akan menjadi rekomendasi kepada Menteri PUPR. Sedangkan urusan sanksi atau hukuman menjadi kewenangan Menteri. “Itu sudah diatur di UU Nomor 2 Tahun 2107 tentang Jasa Konstruksi,” kata Syarif.

Berdasarkan Pasal 96 UU 2/2017, setiap penyedia jasa dan/atau pengguna jasa yang tidak memenuhi standar keamanan, keselamatan, kesehatan, dan keberlanjutan dalam penyelenggaraan jasa konstruksi dapat dikenai sanksi administratif berupa peringatan tertulis, denda administratif, penghentian sementara konstruksi/ kegiatan layanan jasa, pencantuman dalam daftar hitam, pembekuan izin, dan/atau pencabutan izin.

Untuk penjelasan lebih lengkapnya, berikut ini petikan wawancara Syarif dengan Hidayat Adhiningrat P. dari GATRA:

Apa saja ruang lingkup pekerjaan Komite K2?
Ruang lingkupnya adalah kecelakaan konstruksi yang masih dalam tahap pelaksanaan, karena evaluasi pada saat sebelum pelaksanaan akan ditangani oleh komisi yang sudah ada, seperti Komisi Keamanan Bendungan (KKB), Komite Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ), dan Komisi Keamanan Bangunan Gedung. Sedangkan pada saat masa pemanfaatan akan ditangani olek penilai ahli yang akan dibentuk secara adhoc.

Pengurus Komite K2 sebagian besar ex-officio pejabat PUPR. Bisakah membagi waktu dengan kerja reguler itu?
Pengurus ex-officio hanya akan memfasilitasi kerja Komite, jadi tidak akan mengganggu.

Apa kewenangan yang dimiliki Komite K2?
Melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan konstruksi yang diperkirakan memiliki potensi bahaya tinggi, melaksanakan investigasi kecelakaan konstruksi, memberikan saran dan pertimbangan kepada menteri berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi, dan/atau investigasi kecelakaan konstruksi dalam rangka mewujudkan keselamatan konstruksi. Kewenangan: memasuki tempat kerja konstruksi, meminta keterangan dari pihak-pihak terkait, meminta data-data yang berhubungan dengan tugas Komite, dan melakukan koordinasi dengan pihak yang terkait debgab keselamatan konstruksi.

Apakah Komite dapat merekomendasikan bentuk sanksi kepada pihak yang dinilai bersalah dalam sebuah kecelakaan kontruksi?
Tidak, karena Komite hanya bertugas untuk memberikan saran dan pertimbangan kepada Menteri. Sanksi sudah diatur dalam UU Nomor 2 Tahun 2017. Mulai peringatan tertulis sampai bliacklist dan pencabutan izin.

Seperti apa tahapan kerja Komite K2?
Proyek-proyek berisiko bahaya tinggi akan dikenai pemantauan dan evaluasi: apakah semua kegiatan penyedia jasa yang ada di lapangan sudah sesuai dengan kaidah-kaidah keselamatan. Baik manajemen proyek, pengawas, pengendali mutu, SOP, dan peralatannya

Apa saja jenis kecelakaan kerja? Apa bedanya dengan kecelakaan konstruksi?
Kecelakaan kerja hanya menyangkut pekerja konstruksi, sedangkan kecelakaan (keselamatan) konstruksi aspeknya lebih luas, mencakup 5M (man, money, material, machine, dan method).

Apakah kecelakaan yang terjadi sebelum komite ini dibentuk juga menjadi objek investigasi?
Kami akan melakukan investigasi pada proyek-proyek yang mengalami Kecelakaan Konstruksi setelah Komite K2 terbentuk atau setelah tanggal 29 Januari 2018. Untuk yang sudah terjadi kecelakaan akan dilakukan investigasi secara menyeluruh dengan tujuan mencari pembelajaran (lesson learned) agar kejadian serupa tidak terjadi lagi di tempat lain.

Seperti apa idealnya organisasi ini?
Idealnya adalah menjadi Komite Nasional Keselamatan Konstruksi, sehingga dapat mengevaluasi segala kegiatan Jasa Konstruksi di mana pun.

Sudah sejauh mana hasil Investigasi Komite K2 terhadap beberapa kasus terbaru?
Double-double track (DDT) Jatinegara belum final, karena kami masih memerlukan keterangan subkontraktor dan operator crane, yang sampai sekarang belum dapat dihadirkan dalam rapat karena masih ditahan polisi. Girder tol Antasari belum sempat didalami Komite, karena terjadi sebelum Komite K2 terbentuk. Mereka sebelumnya sudah ditangani Ditjen Bina Marga dan BPJT (Badan Pengatur Jalan Tol). Dinding beton perimeter selatan Bandara Soetta, evaluasi sementara pada desain yang faktor keamanannya kurang memadai dan pelaksanaannya juga ada kekurangan, yaitu tidak ada lubang untuk keluarnya air pada saat air di belakang dinding sedang tinggi.

Kapan hasil investigasi Komite K2 atau kecelakaan di 2018 akan dipaparkan?
Hasil yang di DDT Jatinegara belum ada rekomendasi yang utuh, karena kita masih menunggu informasi dari subkon dan operator crane, sedangkan yang di di Bandara Soetta sudah disampaikan ke Kemenhub hari ini (pekan lalu).
ARTIKEL LAIN

Cover Majalah GATRA edisi No.16 / Tahun XXIV / 15 - 21 Feb 2018 (Tim Desain/Gatra)
 
RUBRIK

Agama
Apa & Siapa
Ekonomi & Bisnis
Focil
Ilmu & Teknologi
Internasional
Kesehatan
Kolom
Laporan Khusus
Laporan Khusus II
Laporan Utama
Lingkungan
Multimedia
Nasional
Pariwara
Perjalanan
Surat & Komentar
Teropong
Wawancara
 
Created and maintained by Gatra.com