Home   Gatra.com   Log out  
 
User Name Password  
[ Anggota baru | Lupa password ]
Arsip Majalah | Tentang Gobang | Ketentuan | Menu Anggota

APA & SIAPA

Yati Kurniati & Mencari Pulau nan Asri

Yati mengaku lebih menyukai dan memilih wisata alam pantai yang masih sepi dan tidak banyak dikenal orang.

Padatnya pekerjaan sebagai Direktur Statistik Bank Indonesia tentu tidak menyurutkan Yati Kurniati untuk refreshing dengan berlibur. Salah satu destinasi favoritnya wisata alam, terutama keindahan pulau, pantai, dan laut di Indonesia.

"Saya lebih senang lihat alam Indonesia, terutama wisata bahari, daripada destinasi di luar negeri," kata Yati kepada wartawan GATRA M. Egi Fadliansyah di kantornya, beberapa pekan lalu.

Bekum lama ini, Yati beserta keluarga menyempatkan diri mengunjungi Pulau Tidung di Kepulauan Seribu. Ia merasa gembira dan kagum dengan keindahan alam pulau yang tidak jauh dari Ibu Kota itu.

Menurutnya, selain kondisi alamnya yang masih alami dan tata kelola wisatanya sudah tertib, Pulau Tidung juga tidak jauh dari pusat kota Jakarta. Untuk warga sekitar Ibu Kota yang memiliki waktu liburan pendek, Pulau Tidung ia rekomendasikan.

"Kalau pulau-pulau sekitarnya dibikin bagus kaya Tidung gitu, bisa sangat potensial. Dekat dan bagus," ujarnya.

Jika ada waktu liburan lebih panjang, ia mencoba menyempatkan untuk mengunjungi pulau-pulau yang masih asri. Untuk wilayah timur Indonesia, yang paling jauh dikunjungi adalah pulau dan pantai di kawasan Nusa Tenggara Barat.

Yati mengaku lebih menyukai dan memilih wisata alam pantai yang masih sepi dan tidak banyak dikenal orang.

Hal ini bukanlah tanpa alasan. Menurut Yati, tempat wisata yang masih asri dan bersih rasanya seperti milik sendiri. "Saya tidak suka tempat ramai, kalau Gili Trawangan gitu sudah ramai. Jadi, iya ke Gili-Gili lainnya. Kesannya kan kaya pulau punya sendiri," katanya.

Sekitar empat tahun lalu, Yati pernah mengunjungi Pulau Pahawang di Lampung. Saat itu, menurutnya, Pahawang masih sangat sepi. Bahkan saking sepinya, dirinya beserta keluarga menginap di sebuah rumah penduduk satu-satunya yang tidak jauh dari pantai.

Apalagi, untuk menuju Pulau Pahawang, pengunjung harus naik perahu kecil atau jukung yang hanya muat dua-tiga orang saja. "Menjelang subuh naik perahu kecil, jukung, yang hanya muat untuk berdua. Saya suka, dan anak-anak saya suka itu," ujarnya mengingat kesan mendalam yang didapatkan dari pulau-pulau yang masih asli.
ARTIKEL LAIN

Cover Majalah GATRA edisi No.19 / Tahun XXIV / 8 - 14 Maret  2018 (Tim Desain/Gatra)
 
RUBRIK

Apa & Siapa
Ekonomi & Bisnis
Film
Focil
Ilmu & Teknologi
Internasional
Kesehatan
Laporan Khusus
Laporan Utama
Lingkungan
Multimedia
Nasional
Olahraga
Pariwara
Perjalanan
Surat & Komentar
Teropong
Wawancara
 
Created and maintained by Gatra.com