Home   Gatra.com   Log out  
 
User Name Password  
[ Anggota baru | Lupa password ]
Arsip Majalah | Tentang Gobang | Ketentuan | Menu Anggota

PARIWARA

Bantuan Sosial untuk menurunkan angka Kemiskinan

Program Keluarga Harapan terbukti berkontribusi nyata menurunkan angka kemiskinan dan kesenjangan penduduk Indonesia.

Kementerian Sosial (Kemensos) RI bertugas menangani masalah kemiskinan dengan berlandaskan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945. Salah satu mandatnya adalah memajukan kesejahteraan umum serta mewujudkan keadilan sosial bagi segenap bangsa.

Hingga kini, dalam menurunkan angka kemiskinan, bantuan sosial menjadi andalan pemerintah. Nilai anggarannya pun terus meningkat (lihat tabel), sehingga jumlah penerima dan nilai manfaat program-program perlindungan sosial pun makin bertambah. Dalam RAPBN 2018 pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp283,8 trilyun. Nilai ini meningkat dari Rp 158,4 triliun tahun lalu. Anggaran tersebut digunakan untuk membiayai berbagai program pengentasan kemiskinan dengan sasaran mencapai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 2018 sebesar 71,5.

Dengan naiknya anggaran, penerima manfaat bantuan non tunai Program Keluarga Harapan (PKH) tahun 2018 meningkat menjadi 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari 6 Juta tahun 2017. Penerima bantuan pangan non tunai jumlahnya naik jadi 10 juta jiwa dari 1,4 juta jiwa pada 2017. Jumlah penerima bantuan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) juga naik 5,2% jadi 92,4 juta jiwa. Jumlah penerima bantuan biaya pendidikan program Indonesia Pintar pun naik 5,4% jadi 17,9 juta siswa. Begitu juga alokasi penerima beasiswa Bidik Misi naik 11,1% jadi 0,4 juta jiwa. Anggaran Kementerian Sosial sejak tahun 2016 mengalami peningkatan yang signifikan. Pada 2017 sekitar Rp 17,641 milyar meningkat menjadi sekitar Rp 41,295 milyar atau 134,08% pada 2018.

Program penanganan kemiskinan yang dilaksanakan oleh Kemensos berkontribusi dalam capaian pemerataan pembangunan tahun 2017. Di antaranya penurunan ketimpangan yang ditandai oleh koefisien gini yang semakin membaik pada 2017, yakni 0,391 lebih rendah daripada koefisien gini 2016 yang sebesar 0,397 (BPS, 2017). Pada 2017, tingkat penangguran menurun menjadi 5,5% dari sebelumnya 5,61%. BPS mencatat jumlah penduduk miskin pada September 2017 mencapai 26,6 Juta Jiwa atau setara dengan 10,70%, berkurang 1,2 juta jiwa atau atau 0,58% dari September 2016 yang mencapai 27,8 Juta Jiwa atau setara 10,12%. IPM meningkat menjadi 70,79 di tahun 2017 dari sebelumnya 70,18 di tahun 2016. Selama periode September 2016 - September 2017 penurunan tingkat kemiskinan terjadi secara merata di seluruh pulau di Indonesia.

Program Keluarga Harapan
Program Keluarga Harapan (PKH) adalah program pemberian bantuan sosial bersyarat kepada keluarga dan/atau seseorang miskin dan rentan. Tujuan program ini diantaranya adalah untuk meningkatkan taraf hidup keluarga penerima manfaat melalui akses layanan pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan sosial. PKH menjadi Prioritas Nasional karena berdampak langsung terhadap pengurangan kemiskinan dan kesenjangan dengan meningkatkan daya beli masyarakat kurang mampu melalui bantuan sosial non-tunai.

Dengan mekanisme bansos non-tunai, maka KPM PKH diajarkan untuk menabung, guna membuka usaha ekonomi produktif (UEP). Kemensos telah bekerja sama dengan perbankan (Himbara) dalam penyaluran bansos, yang memungkinkan untuk kerja sama lebih lanjut dalam penyediaan kredit usaha. PKH juga terbukti mendorong kreativitas keluarga dalam meningkatkan produktivitas serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam keluarga. Berdasarkan data, dari 28 kabupaten/kota di 17 Provinsi, terdapat 78-80 anak yang mendapatkan beasiswa bidik misi. Bahkan 2 di antaranya mendapatkan beasiswa di luar negeri.

PKH juga terbukti meningkatkan inklusi keuangan pada kelompok masyarakat yang berpenghasilan rendah termasuk akses pada kredit UMKM. Selain itu juga menurunkan angka gizi buruk dan stunting serta meningkatkan pencapaian pendidikan dan mengurangi angka putus sekolah. Dengan demikian PKH diharapkan akan mampu memberdayakan masyarakat melalui peningkatan kegiatan ekonomi serta mampu meningkatkan kualitas SDM keluarga melalui peningkatan akses pendidikan, yang semuanya diharapkan bermuara pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat.

Cover Majalah GATRA edisi No.24 / Tahun XXIV / 12 - 18 April 2018 (Tim Desain/Gatra)
 
RUBRIK

Apa & Siapa
Ekonomi & Bisnis
Focil
Ilmu & Teknologi
Internasional
Kesehatan
Kolom
Laporan Khusus
Laporan Utama
Multimedia
Nasional
Pariwara
Pendidikan
Perjalanan
Seni Rupa
Surat & Komentar
Teropong
Wawancara
 
Created and maintained by Gatra.com