Home   Gatra.com   Log out  
 
User Name Password  
[ Anggota baru | Lupa password ]
Arsip Majalah | Tentang Gobang | Ketentuan | Menu Anggota

LAPORAN UTAMA

Cara Kilat Dongkrak Devisa

Strategi genjot ekspor dan kendalikan impor perlu dijalankan demi perbaikan defisit transaksi berjalan. Perlu kerja sama antara pemerintah dan swasta untuk mendongkrak cadangan devisa agar rupiah tetap perkasa.

Rupiah kembali keok. Presiden Joko Widodo pun melirik pengusaha batu bara. Ia memerintahkan pebisnis batu bara untuk menggenjot produksi 100 juta ton lagi, menjadi 585 juta ton pada tahun ini. Tujuannya, agar semakin banyak batu bara yang bisa diekspor ke pasar global. Penambahan tersebut berpotensi menambah devisa negara sebesar US$6 milyar atau setara dengan Rp88,8 trilyun (kurs Rp 14.800).

Defisit transaksi berjalan (current account deficit --CAD) juga turut membaik jika ekspor batu bara meningkat. Pasalnya, di kuartal II-2018, CAD Indonesia melempem sebesar US$8 milyar atau 3,0% dari PDB. Agar bisa menjamin devisa hasil ekspor (DHE) kembali ke Indonesia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Ignasius Jonan, telah menandatangani Kepmen ESDM Nomor 1952 /84/MEM/2018 tentang Penggunaan Perbankan Dalam Negeri atau Cabang Perbankan Indonesia di Luar Negeri untuk Ekspor Minerba. Sanksi bagi eksportir yang melanggar cukup serius: pencabutan izin ekspor sampai penghentian kegiatan operasi.

Direktur Jenderal Minerba Kementerian ESDM, Bambang Gatot Ariyono, mengatakan tujuan kebijakan tersebut adalah mengembalikan seluruh hasil penjualan komoditas minerba ke dalam negeri, sekaligus memperkuat devisa negara. "Spiritnya harus masuk rekening bank devisa nasional yang mendapat otoritas dari Bank Indonesia," kata Bambang.

Toh, pengusaha batu bara menilai kebijakan ini kontradiktif. Soalnya, jika suplai batu bara berlebih, maka harga indeks batu bara bisa tertekan. Pengusaha juga mengaku belum siap meningkatkan produksi 100 juta ton, karena masih terbentur dengan kesiapan alat berat. “Antreannya cukup panjang untuk dapatkan alat berat,” kata Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI), Hendra Sinadia, kepada GATRA, 10 September lalu.

Hendra juga memprotes sanksi pada eksportir batu bara yang tidak menarik DHE ke dalam negeri. Pasalnya, ada eksportir yang sudah terikat kontrak pembayaran melalui bank luar negeri. Jika pengusaha memutus kontrak dengan importir di luar negeri, maka akan berdampak pada nilai ekspor batu bara. “Negara juga yang ujung-ujungnya dirugikan. Khawatirnya, pasar menangkap, pemerintah seperti panik. Sentimen ini kan sensitif di pasar sekarang,” katanya.

Selain batu bara, komoditas crude palm oil (CPO) memiliki peran penting menghemat dan meningkatkan devisa. Untuk mengendalikan impor minyak solar, pemerintah telah meluncurkan kebijakan mandatori biodiesel 20% atau B20 pada 1 September lalu. Jokowi mengklaim, penggunaan biodiesel dapat menghemat devisa mencapai US$21 juta per hari, jika seluruh penggunaan solar dialihkan ke B20. Saat ini, Indonesia mengimpor solar hingga US$5,5 milyar per tahun.

PT Pertamina (Persero) menjamin seluruh SPBU Pertamina siap menyarlurkan B20. Bagi yang membandel, Pemerintah akan memberi sanksi berupa denda sebesar Rp 6.000 per liter. Pemerintah juga mengklaim, terminal untuk pencampur CPO atau fatty acid methyl ether (FAME) dengan solar telah siap dioperasikan.

CPO juga masih menjadi penyumbang devisa ekspor terbesar non-migas. Badan Pusat Statistik mencatat, ekspor minyak sawit dan produk turunannya --tidak termasuk biodiesel dan oleokimia-- sebesar US$22,97 milyar pada 2017. Tahun ini, Kementerian Perindustrian berupaya meningkatkan nilai ekspor sawit dengan memacu proses hilirasisi. Harga CPO yang dijual mentah ke luar negeri sebesar US$800-US$1.000 per ton.

Jika diolah untuk kebutuhan produksi, seperti minyak goreng, kosmetik, sabun, detergen biodisel, obat-obatan hingga pelumas, harganya bisa mencapai US$1.000-US$4.000. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia mengklaim, seluruh eksportir sawit membawa DHE ke Indonesia. Karena, biaya operasional dan pembelian bahan baku menggunakan rupiah. DHE terdiri dari ekspor produk turunan CPO sebanyak 75%, dan CPO sebesar 25%.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perdagangan, Benny Soetrisno, menganjurkan agar pemerintah fokus pada peningkatan produksi dan ekspor pada 10 komoditas untuk meningkatkan cadangan devisa. Benny menilai, pembatasan pertumbuhan impor di era pasar bebas tidak lagi relevan. “Kita pilih 10 komoditi yang kita bisa naikkan volumenya,” katanya.

Menurut Benny, agar permintaan ekspor meningkat, ada dua cara yang perlu diperhatikan, yaitu pertama peningkatan daya saing harga dan kualitas. Kedua, akses pasar ke negara tujuan harus dipermudah dengan menambah diplomasi dagang. “Melakukan bilateral ke negara tujuan. Itu saja,” ujar Ketua Gabungan Pengusaha Eksportir Indonesia ini.

Deputi III Kantor Staf Presiden, Denni Puspa Purbasari, mengakui bahwa pemerintah tidak panik merespons kondisi nilai tukar rupiah turun dan CAD yang semakin tinggi. “CAD, pemerintah melihat ini cukup serius, tapi tidak terlalu serius,” katanya kepada GATRA di Jakarta Pusat, Sabtu, 8 September lalu.

Denni mengatakan, perbaikan CAD tidak bisa instan. Karena itu, pemerintah akan melakukan reformasi struktural untuk menggenjot ekspor. “Memperbaiki infrastruktur, iklim usaha diperbaiki, daya saing, supaya meningkat. Itulah sumber produktivitas. Kalau kita produktif, maka kita punya daya saing. Artinya, baik harga maupun kualitas kita bisa kompetitif. Itu kita bisa ekspor,” katanya.

Denni juga menegaskan, Presiden Jokowi tidak akan merevisi rezim devisa bebas. Pemerintah masih memberikan keleluasaan bagi eksportir untuk menarik devisa hasil ekspor mereka ke dalam negeri atau tidak. “Mau mengonversi atau tidak, atau mau menarik ke Indonesia atau ke luar, kita serahkan kepada masing-masing individu dan pengusaha,” ujarnya.

Hendry Roris P. Sianturi
ARTIKEL LAIN

Cover Majalah GATRA edisi No.46 / Tahun XXIV / 13 - 19 Sep 2018 (Tim Desain/Gatra)
 
RUBRIK

Apa & Siapa
Ekonomi & Bisnis
Focil
Ilmu & Teknologi
Internasional
Laporan Khusus
Laporan Utama
Multimedia
Nasional
Olahraga
Pariwara
Perjalanan
Surat & Komentar
Teropong
 
Created and maintained by Gatra.com