Home   Gatra.com   Log out  
 
User Name Password  
[ Anggota baru | Lupa password ]
Arsip Majalah | Tentang Gobang | Ketentuan | Menu Anggota

MULTIMEDIA

Jawaban Canon

Canon maju bertarung dalam ajang teknologi mirrorless full frame dengan EOS R. Selain tiga adaptor lensa, Canon mengandalkan empat lensa dan menjanjikan akan ada 18 lensa EF tambahan. Sayang, bodinya tidak ber-stabilizer.

Dalam ajang persaingan kamera mirrorless full frame, posisi Canon boleh dikata tertinggal dari segelintir pesaingnya. Pasalnya, Sony dengan seri Alfa 7 sudah tiga kali melansir mirrorless full frame sejak dua tahun lalu. Yang terbaru adalah Alfa 7R III dan A9. Raksasa kamera lainnya, Nikon, pada Agustus lalu langsung mengeluarkan dua andalan mirrorless full frame-nya sekaligus.

Nikon mengeluarkan seri Z6 untuk para penggemar fotografi. Sementara itu, untuk para fotografer profesional, Nikon menawarkan Nikon Z7, yang tampaknya berbagi banyak DNA dengan Nikon D850. Namun seperti pepatah lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali, Canon akhirnya mengeluarkan seri EOS R untuk bertarung di kamera mirrorless full frame.

Seperti dilansir digitalcameraworld.com, andalan Canon ini tidak dapat dipandang sebelah mata oleh para pendahulunya, karena diklaim memiliki banyak darah EOS 5D Mark IV di pembuluh nadinya. EOS 5D Mark IV adalah salah satu kamera seri full frame dari kamera digital refleksi tunggal alias digital single lens reflex (DSLR) yang dikeluarkan Canon.

Di Indonesia, secara resmi Canon EOS R diluncurkan pada Kamis, 20 September lalu, dan baru akan tersedia di pasar mulai Selasa, 9 Oktober ini. Bagi penggemar fotografi maupun para profesional, kamera mirrorless full frame, yang dalam hal spesifikasi setara dengan EOS 5D Mark IV, menawarkan pengalaman dari semua manfaat kamera tanpa cermin yang sedang booming. Berikut ini sekilas detail kemampuan Canon EOS R.

Sensor Canon EOS R dengan 30.3MP CMOS full frame memiliki sensor yang serupa dengan kamera DSLR EOS 5D Mark IV. Ia juga menawarkan fungsi Dual Pixel RAW yang sama atau menawarkan eksploitasi foto ganda untuk membuat file RAW yang lebih besar. Kemampuan ini memberikan opsi pada pemrosesan pasca-pemotretan untuk mencapai ketajaman maksimum, misalnya penyesuaian mikro fokus, pergeseran bokeh, dan pengurangan ghosting.

Soal sensor ini, muncul pertanyaan: mengapa Canon tidak sekalian memaksimalkannya? Posisinya serba nanggung, seperti berada di tengah-tengah Nikon Z6 dengan sensor 24,5MP dan Nikon Z7 dengan sensor 45,7MP.

Adapun untuk autofokus, Canon EOS R masuk dalam jajaran kamera dengan autofokus tercepat di dunia, yakni 0,05 detik dengan kemampuan fase mendeteksi Dual Pixel AF dan 5.655 titik fokus otomatis. EOS R memakai sistem pendeteksian perbedaan fase yang dibangun ke dalam sensor gambar dengan teknologi autofokus Dual Pixel Canon. Sebanyak 5.655 titik fokus otomatis EOS R telah menempatkan kamera ini di depan sistem autofokus hibrida yang dimilik Nikon Z6 dan Z7, yang cuma menggabungkan titik fokus 273 dan 493.

Sebagai kamera dengan sistem baru, Canon EOS R melengkapi dirinya dengan mount lensa baru dan jajaran lensa baru yang lebih sesuai. Mount RF lensanya memiliki diameter 54 mm, sama dengan mount EF yang sudah ada sebelumnya. Teknologi baru Canon EOS R berupa sistem data 12 pin, jarak flange 20 mm yang lebih pendek, dan prosesor DIGIC 8 memberinya kemampuan pembacaan dan komputasi yang lebih cepat. Hal tersebut memungkinkan performa yang andal, baik dengan lensa EF maupun EF-S lama yang usianya sudah 30 tahunan.

Untuk membuat pengguna DSLR bermigrasi ke sistem barunya dan memastikan lensa yang sudah ada kompatibel dengannya, Canon mengeluarkan tiga adapter lensa sekaligus. Adapter mount EF-EOS R yang dipaketkan dengan setiap bodi Canon EOS R akan memungkinkan penggunaan lensa Canon EF dan EF-S, serta lensa spesialis TS-E dan MP-E. Sementara itu, dimensi mount 54 mm ini tidak mendukung lensa EF-M untuk kamera APS-C, seperti Canon EOS M50 yang populer.

Satu adapter lensa lainnya adalah Drop-in Filter Mount Adapter EF-EOS R, yang memungkinkan pengguna untuk meletakkan variabel ND atau filter polarisasi ke jalur optik, yang akan sangat bermanfaat untuk video. Lalu adapater lensa yang terakhir adalah mount cincin kontrol EF-EOS R dengan kemampuan cincin kontrol khusus yang ditampilkan pada lensa RF-mount yang baru. Cincin kontrol ini dapat disesuaikan untuk mengontrol pengaturan seperti aperture, shutter, dan ISO langsung dari lensa.

Sementara Nikon meluncurkan lineup lensa 24-70mm f/4, 50mm f/1.8, dan 3 mm f/1.8 untuk Z6 dan Z7, Canon mencoba mengungguli dengan beberapa lensa untuk monster mirrorless barunya, termasuk trio cicin merah lensa seri L. Barisan empat lensa baru keluar hampir berbarengan. Pertama, RF 24-105mm f/4L IS USM seberat 700 gram, yang merupakan lensa optik serba guna untuk menghasilkan gambar berkualitas dan autofokus yang sangat tajam.

Kedua, RF 28-70mm f/2L USM seberat 1.430 gram yang bisa disebut sebagai lensa pekerja keras dengan kemampuan menghasilkan gambar yang tajam. Ketiga, RF 50mm f/1.2L USM seberat 950 gram yang mampu menghasilkan gambar dengan razor tajam dan respons yang cepat. Dan keempat, RF 35mm f/1.8 IS STM Macro seberat 306 gram menjadi andalan untuk pengambilan makro pada mirrorless full frame.

Selain empat lensa tersebut, Canon juga berencana untuk mengeluarkan 18 lensa yang lain. Niat Canon tersebut menunjukkan keseriusannya berkiprah di ajang kompetisi mirrorless full frame. Sayang, Canon EOS R tidak melengkapi dengan fitur stabilisasi gambar di dalam bodi kameranya (IBIS). Padahal, pesaingnya, Sony A7 serta Nikon Z6 dan Z7, dibekali dengan IBIS lima sumbu. Bahkan kamera mirrorless entry level keluaran Olympus dan Panasonic pun sudah memiliki stabilisasi di tubuhnya.

G.A. Guritno

++++

Spesifikasi Canon EOS R

Fitur:

30,3MP sensor CMOS full frame
Prosesor Digic 8
Lensa mount dan lensa baru
Sistem pedekteksian perbedaan fase dengan 5.655 titik Dual Pixel AF
ISO 100-40.000 (dapat ditingkatkan menjadi ISO 52-102.400)
Monitor kristal cari, warna TFT
Layar sentuh 3,15 inci dengan 2,1 juta titik.
EVF 0,5 inci, 3,69 titik, pembesaran 0,71x
Tahan debu dan cuaca
Pemotretan burst 8 frame per second (fps)
Slot kartu SD tunggal
Koneksi Wi-Fi, Bluetooth, GPS
Video 4K UHD sampai 30 fps
Baterai LP-E6N dengan pengisian USB dalam kamera
Berat 660 gram dengan baterai

Harga:
Bodi EOS R : US$2.299
Bodi EOS R dan lensa RF 24-105mm f/4L IS USM : US$3.399

Cover Majalah GATRA edisi No.50 / Tahun XXIV / 11 - 17 Okt 2018 (Tim Desain/Gatra)
 
RUBRIK

Agama
Apa & Siapa
Ekonomi & Bisnis
Focil
Internasional
Kesehatan
Lain-lain
Laporan Khusus
Laporan Khusus II
Laporan Utama
Multimedia
Nasional
Pariwara
Pendidikan
Surat & Komentar
Teropong
 
Created and maintained by Gatra.com