Home   Gatra.com   Log out  
 
User Name Password  
[ Anggota baru | Lupa password ]
Arsip Majalah | Tentang Gobang | Ketentuan | Menu Anggota

EDISI KHUSUS

Proyek Infrastruktur Menyerap Tenaga Kerja

Pembagunan infrasturktur masif dilakukan. Diharapkan berdampal pada serapan tenaga kerja. Ada target 10 juta lapangan kerja tercipta hingga 2019.

Bicara kinerja kabinet kerja, bicara infrastruktur. Program ini jadi primadona Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (Jokowi-JK) yang digaungkan pada pemilihan presiden (pilpres) 2014 silam. Tak heran pembangunan dalam sektor konstruksi di Indonesia terus meningkat. Banyak proyek infrasturktur dibangun, salah satu tujuannya untuk menciptakan lapangan kerja baru.

Pihak Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) menilai adanya proyek infrastruktur, otomatis berdampak pada penyerapan tenaga kerja. Meski begitu, perkembangan teknologi turut memengaruhi kuantitas sumber daya manusia yang dibutukan lebih sedikit. Pasalnya, sebagian pekerjaan telah dikerjakan oleh mesin.

Tidak semua padat karya karena dipengaruhi oleh revolusi industri 4.0. Pembangunan LRT (light rail transit) atau kereta ringan, misalnya, sudah menggunakan teknologi. “Jadi requirement terhadap tenaga kerja memang ada sedikit perubahan, tapi tetap cukup tinggi,” kata Direktur Pengembangan Pasar Kerja Kemenaker, Rostiawati.

Pada saat kampanye pilpres 2014, Jokowi-JK menjanjikan penciptaaan 10 juta lapangan kerja untuk satu periode jabatan mereka. Tetapi, angka detail mengenai serapan tenaga kerja di berbagai sektor tidak tergambar di kampanye mereka. Datanya umum saja, tidak spesifik memerinci mana yang dampak dari pembangunan infrastruktur, mana yang bukan.

Namun, Kemnaker punya proyeksi berapa total tenaga kerja terserap untuk semua proyek-proyek infrastruktur yang dikerjakan pemerintah. Ini penting untuk memastikan perbandingan antara kebutuhan tenaga kerja dengan SDM (sumber daya manusia) yang tersedia. Jangan sampai permintaan SDM yang ada justru diisi tenaga kerja asing. SDM tersedia artinya angkatan kerja yang sedang mencari pekerjaan atau menganggur.

“Kita mampu mengisi atau tidak, itulah kenapa butuh proyeksi. Nanti realisasinya kita lihat pasar kerjanya seperti apa. Proyeksi harus tetap dihitung, kita gambarakna kondisi supply dan demand,” kata Rostiawati.

Ia mencontohkan kebutuhan tenaga kerja untuk keperluan pegembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) adalah 872.036 orang, sementara ketersediaan pekerja lokal surplus, yakni 1.367.527 orang.

Kementerian juga menghitung proyeksi untuk program Kawasan Industri Prioritas (KIP), pariwisata (10 Bali Baru), dan tol laut. Jika mengacu pada statistik itu, maka pasokan SDM kita suprlus. Tidak perlu menarik pekerja asing untuk mengisi. “Kita no worry terhadap isu masuknya TKA. Sudah kita buktikan dengan data kalau kita masih mampu menyuplai kebutuhan itu,” Rostiawati memaparkan.

Sementara itu, Kementhub mengklaim program tol laut juga membuka banyak kesempatan kerja baru. Hingga tahun ini, sudah ada 18 trayek tol laut dengan 58 pelabuhan singgah. “Serapan tenaga paling banyak pada kerja bongkar-muat, kemudian operator pelabuhannya sendiri,” kata pelaksana tugas Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub, Wisnu Handoko.

Pembangunan infrastruktur pelabuhan maupun kapal di era Jokowi-JK, kata Wisnu, jauh lebih besar dibandingkan dengan era kepemerintahan sebelumnya. Sebagai bagian dari program tol laut, pembuatan kapal baru pun juga dilakukan. Ada 100 kapal yang dibangun dengan rincian 60 kapal perintis, 15 kapal kontainer, lima kapal ternak, dan 20 kapal rede atau kapal angkutan di pelabuhan.

“Kurang-lebih ada 100 kapal yang sudah kita cicil mulai di awal pemerintahan Pak Jokowi. Nah, yang tahun tersisa 60 kapal kita prediksi akan jadi semua di Desember ini. Kalau satu kapal menyerap kurang-lebih 100 orang, kan juga bisa menggerakkan perekonomian nasional,” katanya.

Soal target 10 juta kesempatan kerja selama lima tahun, pemerintah juga percaya diri angka itu tercapai. Penurunan angka pengangguran cukup signifikan. Berdasarkan data Kemenaker, lapangan kerja yang dibuka pada 2014 mampu menyerap 2,6 juta tenaga kerja, sebanyak 2,8 juta tenaga kerja pada tahun 2015. Berikutnya 2,4 juta tenaga kerja pada tahun 2016 serta 2,6 juta tenaga kerja pada 2017.

Proyek infrastruktur digadang-gadang memiliki kontribusi besar terhadap serapan tenaga kerja. Bukan hanya saat pengerjaan fisiknya, tapi multiplier effect yang ditimbulkan proyek-proyek tersebut. “Memang yang paling banyak memberikan konrribusi terbanyak di pembangunan infrastruktur. Itu luar biasa. Di sisa masa jabatan kabinet saya optimistis bisa terpenuhi 10 juta lebih,” kata Rostiawati.

Putri Kartika Utami, Annisa Setya Hutami, M. Egi Fadliansyah

----------INFOGRAFIS I -------------

Proyeksi Dampak Proyek Infrastruktur terhadap Serapan Tenaga Kerja
1. Kawasan Ekonomi Khusus
Ketersediaan TK 1.367.527
Kebutuhan TK 872.036

2. Kawasan Industri Prioritas
Pasokan 2.091.651
Kebutuhan 1.673.873

3. Pariwisata (10 Bali Baru)
Pasokan: 732.963
Kebutuhan: 657.491

Tol Laut
Pasokan: 1.532.291
Kebutuhan: 845.423
ARTIKEL LAIN

Cover Majalah GATRA edisi No.52 / Tahun XXIV / 25 - 31 Okt 2018 (Tim Desain/Gatra)
 
RUBRIK

Apa & Siapa
Edisi Khusus
Ekonomi & Bisnis
Focil
Internasional
Kolom
Mukadimah
Nasional
Olahraga
Pariwara
Surat & Komentar
 
Created and maintained by Gatra.com