Home   Gatra.com   Log out  
 
User Name Password  
[ Anggota baru | Lupa password ]
Arsip Majalah | Tentang Gobang | Ketentuan | Menu Anggota

PARIWARA

Empat Tahun, 708 Gedung Balai Nikah Megah Dibangun

Kementerian Agama terus menggenjot pembangunan Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji-Kantor Urusan Agama (KUA) melalui skema pembiayaan berbasis Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Sejak awal kepemimpinannya, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin sudah berhasil membangun ratusan unit KUA yang tersebar di seluruh Indonesia dengan kucuran dana ratusan milyaran rupiah.

Bagaimana perkembangan proyek tersebut serta apa dampaknya bagi masyarakat? GATRA mewawancarai Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Muhammadiyah Amin. Berikut petikannya!

Kementerian Agama gencar membangun Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji-Kantor Urusan Agama dengan memanfaatkan dana SBSN, mengapa?

Kami memang memanfaatkan sumber pembiayaan dari SBSN untuk mempercepat akselerasi pembangunan Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji-Kantor Urusan Agama (KUA) di Indonesia. Sebab, jika merujuk pada data yang ada, dari 5.945 unit Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji, masih cukup banyak yang kondisinya memprihatinkan. Pada era Kabinet Kerja saat ini, Menteri Agama Bapak Lukman Hakim Saifuddin selalu mengingatkan kami untuk memberikan prioritas pada pelayanan masyarakat agar lebih bermartabat dan terpercaya. Kami kemudian membangun Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji-KUA dengan anggaran SBSN, agar pelayanan kepada masyarakat terkait dengan tugas KUA dapat diselenggarakan dengan nyaman, terpercaya, dan juga bermartabat.

Dipilihnya skema pembiayaan melalui dana SBSN dikarenakan porsi anggaran melalui rupiah murni sangat terbatas. Penggunaan dana SBSN untuk membangun Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji-KUA merupakan sebuah terobosan dalam mencari alternatif sumber dana untuk menyempurnakan kualitas pelayanan publik.

Apa kriteria agar satu lokasi tertentu bisa mendapat alokasi dana SBSN?

Ketentuannya adalah di lokasi tersebut tersedia sebidang tanah yang sudah bersertifikat atas nama Kementerian Agama, dengan luas minimal 300 meter persegi. Berikutnya kami mempertimbangkan kondisi bangunan existing dan jumlah peristiwa nikah di wilayah tersebut.

Sejauh ini sudah berapa jumlah Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji yang dibangun dengan dana SBSN?

Dari tahun 2015 hingga 2018 ini, Kementerian Agama sudah membangun 708 unit Balai Nikah dan Manasik Haji-KUA di seluruh Indonesia dengan total pagu anggaran sebesar Rp 865.457.223.348.

Pembangunannya dilakukan bertahap. Sebagai rintisan, pada 2015 dibangun sebanyak 26 unit, lalu pada 2016 meningkat menjadi 181unit. Pada 2017, kami tingkatkan lagi menjadi 256 unit, dan pada 2018 kami bangun sebanyak 245 unit.

Berapa rata-rata anggaran yangdigelontorkan untuk membangun satu gedung?

Jika dirata-ratakan sekitar Rp1,3 milyar untuk setiap KUA, namun tentu saja besarannya beragam karena mempertimbangkan kondisi geografis di daerah masing-masing. Tentu tidak sama rata.

Perubahan apa yang tampak setelah Balai Nikah dan Manasik Haji dibangun dengan dana besar tersebut?

Jumlah pengantin yang melaksanakan akad pernikahannya di Balai Nikah dan Manasik Haji KUA mengalami peningkatan. Hal ini disebabkan karena gedung KUA kini dipandang sangat memadai dan megah untuk pelaksanaan akad nikah, tidak lagi kumuh atau tertinggal, sehingga saat ini Balai Nikah KUA menjadi tempat primadona dalam pelaksanaan pernikahan.

Bahkan kini di beberapa daerah, tidak jarang gedung KUA menjadi bangunan paling megah di wilayahnya. Hal ini tentu positif karena membantu masyarakat untuk lebih berhemat dalam pelaksanaan pernikahan. Sebagaimana kita tahu, pencatatan nikah jika dilaksanakan di Kantor KUA tidak dipungut biaya. Ini menguatkan cita-cita kita untuk meneguhkan keadilan bagi semua. Masyarakat dapat melaksanakan akad nikah di Balai Nikah yang megah tanpa dipungut biaya.

Ke depan, apakah proyek ini akan terus berjalan?

Periode Renstra (Rencana Strategis) pertama ini selesai hingga tahun 2019, selanjutnya tentu akan kami agendakan kembali pada Renstra tahun 2020-2024, terlebih terdapat wilayah pemekaran yang masyarakatnya juga harus kami layani.

Apa harapan Bapak ke depan terkait proyek SBSN ini?

KUA harus mengikuti perkembangan zaman, modernisasi bangunan dan layanan, intinya itu. Harapan saya KUA dapat optimal memainkan perannya untuk menjadi sentra layanan umat Islam di tingkat kecamatan dengan berbagai varian layanannya, seperti pencatatan seputar nikah dan rujuk, pelayanan ibadah haji, layanan zakat dan wakaf, penentuan arah kiblat, konsultasi agama, dan sebagainya.

++++

Data Pembangunan Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji-Kantor Urusan Agama

Tahun Pagu Unit Anggaran
2015 26 11.499.900.000
2016 181 182.900.000.000
2017 256 315.680.000.000
2018 245 355.377.323.348
Total 708 865.457.223.348
ARTIKEL LAIN

Cover Majalah GATRA edisi No.52 / Tahun XXIV / 25 - 31 Okt 2018 (Tim Desain/Gatra)
 
RUBRIK

Apa & Siapa
Edisi Khusus
Ekonomi & Bisnis
Focil
Internasional
Kolom
Mukadimah
Nasional
Olahraga
Pariwara
Surat & Komentar
 
Created and maintained by Gatra.com