Home   Gatra.com   Log out  
 
User Name Password  
[ Anggota baru | Lupa password ]
Arsip Majalah | Tentang Gobang | Ketentuan | Menu Anggota

PARIWARA

Menuai Sukses Melon Golden di Desa Madura

Panen perdana melon di Desa Madura, Cilacap, Jawa Tengah, menuai pujian. Para petani berhasil melakukan diversifikasi dalam budi daya Melon Golden Hibrida Mekarsari SH1. Kesuksesan ini menjadi contoh bagi para petani yang lain untuk menjadi sejahtera.

Wajah Cucu Juanedi terlihat semringah. Sebanyak 2.200 pohon Melon Golden Hibrida Mekarsari SH1 yang ditanamnya di lahan 1.400 m2 pada Agustus 2018 akhirnya panen juga. Petani yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) Sari Mukti, Desa Madura, Wanareja, Kabupaten Cilacap, ini merupakan satu dari delapan petani yang beralih menjadi petani melon.

Semula, Cucu adalah petani pepaya. Namun, nasibnya buntung. Lahan yang ia garap terkena banjir. ''Satu tahun lebih saya vakum, tidak bertani,'' kata Cucunya. Akhirnya, melalui Poktan Sari Mukti dengan KUD Mandiri Lestari Sejahtera yang bekerja sama dengan Yayasan Damandiri dan Taman Buah Mekarsari memberinya peluang untuk bertani melon. Sejak itulah, ia bertani melon, sampai akhirnya mampu menghasilkan panen hingga lebih dari 2 ton melon. Cucu juga dinyatakan lulus dalam pelatihan budi daya melon dan mendapatkan sertifikat langsung dari Taman Buah Mekarsari.

Kebahagiaannya makin lengkap karena dalam perayaan panen perdana melon dari keseluruhan lahan seluas 1,3 hektare--dari milik delapan petani, pada Sabtu pekan lalu, dihadiri orang-orang pun penting. Mereka antara lain Ketua Yayasan Damandiri, Subiyakto Tjakrawerdaya; Direktur Utama PT Mekarsari Unggul Sari, Siti Hutami Endang Adiningsih atau akrab disapa Mamiek Soeharto; dan Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji. Tampak hadir juga sejumlah pejabat daerah setempat, baik camat, kepala desa, maupun para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Sari Mukti.

Menurut Kepala Desa Madura Andi Hermawan penanaman Melon Golden Hibrida Mekarsari SH1, merupakan bagian dari program percontohan peningkatan ekonomi masyarakat, melalui sektor pertanian, di Desa Madura. Program tersebut digulirkan Yayasan Damandiri yang bekerja sama dengan Taman Buah Mekarsari. Desa Madura ditetapkan sebagai Desa Mandiri Lestari binaan Yayasan Damandiri sejak 2017.

''Kendala pengembangan sektor pertanian di Desa Madura adalah kondisi lahan yang sebagian besar memanfaatkan sawah tadah hujan, sehingga petani hanya menanam padi saat musim hujan saja,'' kata Andi. Padahal, pada saat musim kemarau, mayoritas lahan kurang dimanfaatkan. Karena itulah diversifikasi pertanian ini dilakukan. ''Yakni untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat khususnya petani,'' katanya.

Melon Golden Hibrida Mekarsari SH1 dipilih lantaran jenis melon tersebut merupakan varietas bibit unggul. Melon itu merupakan hasil pengembangan tim pemuliaan Taman Buah Mekarsari. Selain masa panen yang lebih cepat, Melon Golden Hibrida Mekarsari SH1 juga bernilai ekonomis yang jauh lebih tinggi dibandingkan melon biasa. Kemudian, warna luarnya kuning, dalamnya orange, rasanya sangat manis.

Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji mengungkapkan rasa bangganya dengan adanya panen
perdana melon dari Poktan Sari Mukti. Ia optimistis hasil panen itu bisa meningkatkan
pendapatan petani di Desa Madura. Desa tersebut juga dikenal berhasil untuk budi daya jambu kristal, belimbing, dan pepaya calina. ''Dengan potensi ini bukan tidak mungkin dikembangkan sebagai agro wisata. Seperti halnya di Taman Buah Mekarsari,'' ucap Tatto.

Menurutnya, dengan wilayah Cilacap yang luas dan masih banyak lahan kosong menjadi potensial dalam pengembangan pertanian agro bisnis yang berdampak pada pengembangan dan inovasi petani di Cilacap. Selain bisa memanfaatkan lahannya tidak hanya untuk tanaman padi atau palawija tapi juga tanaman buah-buahan.

Menurut Tatto, tidak hanya lahan yang luas. Ternyata tanah di wilayah Cilacap cocok untuk menanam sejumlah tanaman buah. Kualitasnya juga bagus dan diarahkan nantinya masyarakat bisa mengekspor buah tersebut. Untuk mendukung potensi produksi tanaman buah unggulan, nantinya pemerintah daerah Cilacap akan menindaklanjuti dengan menyiapkan segala sarana yang dibutuhkan petani termasuk membangun akses jalan yang memadai sehingga mempermudah transportasi dalam pemasaran.

''Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Mamiek Soeharto dan Bapak Subiakto Tjakrawerdaya yang telah membantu memberikan pembinaan dan pinjaman modal kepada kelompok tani di Desa Madura,'' kata Tatto.

Mamik Soeharto selaku perwakilan langsung dari Taman Buah Mekarsari mengatakan, hasil perdana Melon Golden Hibrida Mekarsari SH1 di Desa Madura memiliki kualitas yang sangat baik. Sebagai tindak lanjut dirinya dari pihak Mekarsari akan melakukan kerja sama dengan para petani buah di Desa Madura untuk menambah varian buah lainnya.

''Ini akan kami tindak lanjuti tidak hanya sebatas simbolis hari ini selanjutnya akan kita kembangkan tanaman buah lainnya karena lahan di Desa Madura sebagai pilot project sebelum ke wilayah lainnya,'' kata Mamiek Soeharto.

Pada kesempatan tersebut Mamiek pula yang menyerahkan sertifikat kepada Ketua Kelompok Tani Sari Mukti, Sukadi, dan petani lainnya, serta penyerahan bibit pohon buah kepada Pengurus KUD Lestari Sejahtera.

Sementara itu, Ketua Yayasan Damandiri, Subiyakto Tjakrawerdaya menyatakan bahwa pihaknya
akan terus mendukung langkah maju para petani Desa Madura. ''Kita akan dukung terus, berapa
biaya yang dibutuhkan untuk perkembangan pertanian akan kita kasih,'' ucap Subiyakto.

Ia berharap ke depanya, para petani Desa Madura akan berkembang dengan pesat dan mampu menjadi pelopor bagi warga desa lainya untuk bertani buah melon dan lainya. ''Kita ingin seluruh warga Desa Madura bisa sukses dan perekonomianya meningkat,'' jelasnya.
ARTIKEL LAIN

Cover Majalah GATRA edisi No.52 / Tahun XXIV / 25 - 31 Okt 2018 (Tim Desain/Gatra)
 
RUBRIK

Apa & Siapa
Edisi Khusus
Ekonomi & Bisnis
Focil
Internasional
Kolom
Mukadimah
Nasional
Olahraga
Pariwara
Surat & Komentar
 
Created and maintained by Gatra.com