Home   Gatra.com   Log out  
 
User Name Password  
[ Anggota baru | Lupa password ]
Arsip Majalah | Tentang Gobang | Ketentuan | Menu Anggota

EKONOMI & BISNIS

Ekspansi Asing Caplok Bank Lokal

Sektor perbankan gencar melakukan aksi korporasi. sejumlah lembaga keuangan asing mengakuisisi bank kecil dan menengah swasta. Bank BUMN cenderung mengembangkan diversifikasi bisnis.

Rencana PT Bank Central Asia Tbk (BCA) untuk mengakuisisi bank kategori kecil domestik tahun ini tidak gampang. Sejak 2017, bank nasional yang masuk kategori bank umum berdasarkan kegiatan usaha (BUKU) 4 itu sudah berniat mengakusisi dua bank dan diperkirakan selesai di penghujung tahun ini. Belakangan, rencana bisnis bank korporasi berubah. BCA menjanjikan hanya ada satu bank yang akan mereka akuisisi tahun ini.

Direktur BCA, Santoso Liem, mengungkapkan bahwa salah satu penyebab mundurnya aksi korporasi tersebut adalah regulasi. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 74/ 2016 tentang Penggabungan Usaha atau Peleburan Usaha Perusahaan Terbuka mengharuskan penggunaan laporan keuangan yang telah diaudit untuk aksi korporasi.

Penyebab lain, Santoso melanjutkan, adalah harga yang kompetitif. Dalam proses akuisisi bank kecil, BCA harus bersaing dengan lembaga jasa keuangan asing. Akibatnya, beberapa incaran lepas dan BCA harus memutar otak untuk mengakuisisi bank kecil lain yang sesuai kantong. “Bukan saja [saingan] investor [asing] dari perbankan, tapi ada juga dari fintech company,” katanya kepada GATRA.

Santoso belum mau membocorkan nama bank yang akan diakuisisi BCA tahun ini. Ia hanya menyebut, setelah diakuisisi BCA, nantinya bank tersebut akan menjadi bank berbasis platform digital murni. “Akuisisi itu ibarat orang menikah, mesti cari pasangan yang cocok. Jadi sedikit butuh kesabaran untuk mau menikah,” ujarnya.

Pada 2018, aksi korporasi seperti akuisisi dan merger memang marak terjadi di dunia perbankan. Lembaga jasa keuangan asing gencar membeli saham-saham bank-bank keci di Indonesia. Setelah diakuisisi, bank tersebut lalu dimerger. Dengan begitu, bank-bank kecil bisa naik kelas dan memiliki daya ekspansi lebih tinggi. Skema ini, misalnya, dilakukan Apro Financial Co. Ltd., perusahaan jasa keuangan dari Korea Selatan, yang mengakuisisi 77,38% saham PT Bank Dinar Tbk. (DNAR).

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengizinkan Apro mengakuisisi saham Bank Dinar pada 9 Oktober lalu. Setelah bank BUKU 1 tadi diakuisisi, Apro berniat menggabungkannya dengan Bank Oke Indonesia, yang telah diakuisisi sebelumnya oleh Apro pada 2016. Aksi korporasi ini akan menempatkan Bank Dinar naik kelas menjadi BUKU 2, bank dengan modal modal inti di atas Rp 1 trilyun.

Sementara itu, The Bank of Tokyo Mitsubishi UFJ Ltd (MUFG) juga telah mengakuisisi 20,1% saham Asia Financial (Indonesia) Pte. Ltd. di PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN). Sehingga jumlah saham MUFG menjadi 40% di bank BUKU 3 itu. Aksi korporasi ini sudah disetujui OJK pada akhir Juli lalu. Dengan menjadi saham pengendali, MUFG akan memerger Bank Danamon dan Bank Nusantara Parahyangan (BNP), bank milik MUFG.

Dengan adanya merger ini, Bank Danamon diproyeksikan menjadi pendatang baru di bank BUKU 4, bersaing dengan lima bank lain: BCA, BRI, Bank Mandiri, BNI, dan CIMB Niaga. Sampai saat ini, berkas rencana merger Bank Dinar dan Bank Oke maupun Bank Danamon dengan bank BNP, masih belum masuk ke meja OJK. “Kita tunggu mereka mengajukan ke OJK,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Heru Kristiyana, kepada GATRA.

Lalu bagaimana aksi korporasi perbankan BUMN Indonesia tahun ini? Bank BUMN lebih memilih mendiversifikasi bisnis daripada mengkakuisisi bank-bank kecil. Misalnya, Bank BRI yang mengakuisisi Lembaga Jasa Keuangan (LJK) non bank, yaitu 67% saham Danareksa Sekuritas. Nilai akuisisinya Rp447 milyar. Juga mengakuisisi 35% saham Danareksa Investment Management dengan harga Rp372 milyar. Total mencapai Rp819 milyar. Saat ini, kesepakatan akuisisi tinggal menunggu lampu hijau dari OJK.

BNI juga berencana mengakuisisi sebuah perusahaan modal ventura. Alasannya, proses akuisisi lebih fleksibel. Kedua, modal ventura dianggap sebagai wadah lain untuk berinvestasi. Jika nilai perusahaan modal ventura meningkat, maka ada kemungkinan modal tersebut bisa dijual. Ketika dikonfirmasi, Sekretaris Perusahaan BNI, Ryan Kiryanto, menjelaskan bahwa BNI masih mengkaji rencana akuisisi tersebut. “Belum ada keputusan final terkait rencana aksi korporasi tersebut karena banyak aspek yang harus dipertimbangkan,” katanya kepada GATRA, Senin lalu.

Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan, Ryan melanjutkan, yakni kesesuaian visi dan misi, besarnya nilai tambah buat BNI, komplementari dengan produk dan jasa keuangan BNI, dan terakhir adalah faktor kesesuaian harga. “Semua faktor tersebut penting dipertimbangkan, karena strategi ini berdampak jangka panjang bagi BNI,” katanya.

OJK mendukung aksi korporasi merger dan akuisisi untuk menguatkan permodalan perbankan. Permodalan kuat akan mendorong pertumbuhan ekonomi. “Mengenai asing atau lokal, sudah ada aturannya. Aturannya kalau asing masuk maksimal 40%,” katanya

Pihak OJK punya pendapat sendiri. Menurut Heru, banyaknya asing yang mengakuisisi bank-bank di Indonesia membuktikan pasar sektor perbankan masih menarik bagi investor luar negeri. Tentang kurangnya minat bank BUMN mengakuisisi bank dalam negeri, menurut Heru, hal ini disebabkan karena persoalan harga. “Biasanya terbentur harga. Tentunya kita serahkan ke market. OJK sebatas memfasilitasi saja,” katanya.

Heru mengatakan, saat ini ada total 115 bank umum termasuk bank pembangunan daerah dan 1.635 bank perkreditan rakyat (BPR) dan BPR syariah di Indonesia. Dari jumlah bank umum, 60% itu didominasi BUKU 1 dan BUKU 2, yang modalnya di bawah Rp5 trilyun. “Dengan kondisi ini, kontribusi bank-bank kita tidak maksimal buat pertumbuhan ekonomi kita,” ujarnya.

Pengamat ekonomi Universitas Indonesia (UI), Lana Soelistianingsih, menilai lumrah perbankan asing banyak mengakuisisi bank lokal tahun ini. Pasalnya, margin bunga bersih (net interest margin –NIM) di Indonesia masih tinggi. OJK mencatat NIM bank umum rata-rata di atas 5%. “Mereka (asing) menikmati NIM yang tinggi,” katanya kepada GATRA.

Sementara itu, di negara-negara ASEAN, nilai NIM berkisar 2% sampai 3%. NIM yang tinggi, kata Lana, menyebabkan investor luar negeri masih tertarik berinvestasi di sektor perbankan. Lana mencontohkan grup bank Malaysia yang menguasai bank di Indonesia. “Sumbangannya terhadap penerimaan holding mereka paling tinggi dari sini. Karena NIM di sini tinggi sekali,” kata Lana.

Hendry Roris Sianturi, Annisa Setya Hutami, dan Aulia Putri Pandamsari

++++

_B_Aksi Akuisisi Tahun 2018:

1. Apro Financial Co Ltd (Korea selatan) mengakuisisi 77,38% saham PT Bank Dinar Tbk (DNAR) (sudah disetujui OJK, Oktober).
2. Industrial Bank of Korea (IBK) mengakuisisi 71,68% saham PT Bank Mitraniaga Tbk (NAGA) (Menunggu izin OJK)
3. Industrial Bank of Korea (IBK) mengakuisisi 87,3% saham PT Bank Agris Tbk (AGRS) (Menunggu izin OJK)
4. The Bank of Tokyo Mitsubishi UFJ Ltd (MUFG) mengakuisisi 20,1% saham Asia Financial (Indonesia) Ptd. Ltd di PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN). Saham MUFG menjadi 40% di Bank Danamon (sudah disetujui OJK)
5. Tokyo Century Corporation mengakuisisi sekitar 5% saham PT Bank Nationalnobu Tbk. (NOBU)
6. Bank BRI mengakuisisi 67% saham Danareksa Sekuritas dan 35% saham Danareksa Investment Management (menunggu izin OJK)
7. PT Bank Tabungan Negara (Persero) (BTN) berencana mengakuisisi saham perusahaan Manajemen Investasi
8. PT Bank Central Asia Tbk (Bank BCA) mengakuisisi bank kategori kecil perusahaan terbuka. (sedang proses uji tuntas)
9. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) mengakuisisi perusahaan modal ventura (sedang dikaji internal)

Rencana Aksi Merger Tahun 2018
1. Merger PT Bank Dinar Tbk (Bank Dinar) dengan PT Bank Oke Indonesia (Bank Oke)
2. Merger PT Bank Danamon Indonesia Tbk dengan Bank Nusantara Parahyangan (BNP)
3. Merger PT Bank Mitraniaga Tbk dengan PT Bank Agris Tbk

Cover Majalah GATRA edisi No.52 / Tahun XXIV / 25 - 31 Okt 2018 (Tim Desain/Gatra)
 
RUBRIK

Apa & Siapa
Edisi Khusus
Ekonomi & Bisnis
Focil
Internasional
Kolom
Mukadimah
Nasional
Olahraga
Pariwara
Surat & Komentar
 
Created and maintained by Gatra.com