Home   Gatra.com   Log out  
 
User Name Password  
[ Anggota baru | Lupa password ]
Arsip Majalah | Tentang Gobang | Ketentuan | Menu Anggota

LAPORAN KHUSUS

Plt. Kepala Barenbang Kementerian Tenaga Kerja Khairul Anwar: Jangan Membuat Terlalu Banyak Program

Kementerian Tenaga Kerja, sebagai lembaga pemerintah yang menangani masalah tenaga kerja, ikut bertanggung jawab atas tingginya angka pengangguran lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK), seperti data yang dilansir Badan Pusat Statistik (BPS). Data ini menunjukkan bahwa demand lapangan kerja belum bisa menampung lulusan SMK. Karena itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan (Barenbang) Kemenaker, Khairul Anwar, berpendapat bahwa pendidikan vokasi seharusnya berdasarkan demand.

Khairul Anwar

Pihak Kemenaker sebenarnya sudah melakukan berbagai upaya untuk menekan angka pengangguran. Salah satunya adalah menyiapkan sistem informasi berbasis layanan tenaga kerja. “Sudah ada datanya. Sudah ada pula wajib lapor ketenagakerjaan perusahaan (WLKP). Sudah kita operasionalkan aplikasinya,” ujarnya kepada Annisa Setya Hutami dari GATRA melalui hubungan telepon, Senin lalu.

Untuk mengetahui lebih jauh kebijakan Kemenaker dalam menekan pengangguran, berikut petikan wawancara dengan Khairul Anwar:

Sejauh mana progran WLKP berjalan dan bagaimana umpan balik dari lini perusahaan?

Datanya masih kecil. Sampai hari ini baru 58.000 perusahaan yang melapor. Lowongan kerja ada 120.000. Kita berupaya mendorong agar perusahaan melapor secara aplikasi. Bila banyak yang melapor, maka data akan baik. Itu detail sama alamat ada. Kita juga perbarui fitur layanan lain.

Ada sanksi buat perusahaan yang tidak melapor?

Sanksi tidak ada dalam UU. Lagi pula, bukan pada orientasi sanksi. Kita ingin melakukan komunikasi baik. Artinya, kita ingin memberikan pemahaman bahwa wajib lapor kepada perusahaan. Itu kewajiban perusahaan. Manfaatnya akan banyak jika melapor. Contoh paling sederhana, data yang sudah tercantum di sistem akan mempermudah akses izin tenaga kerja. Selain itu, perusahaan lebih efisien waktu dalam mencari sumber daya manusia yang kompeten.

Ada alarm bahwa kompetensi lulusan SMK di sektor manufaktur itu rendah.

Kalau tidak dibenahi, banyak masyarakat mengenyam pendidikan hanya lulusan SMP ke bawah. Dampaknya, tingkat kesejahteraan belum memadai. Peluang anak untuk pendidikan terbatas dan tidak mampu bersaing. Padahal kita sedang menghadapi masa estimasi bonus demografi. Harus dipersiapkan, usia tenaga kerja baru harus lebih baik daripada sebelumnya.

Bagaimana mengenai balai latihan kerja (BLK) yang digadang mampu membantu menyelesaikan persoalan?

Kita sedang membangun sistem dan melakukan evaluasi. Dari sejak 2015 sudah banyak perbaikan performanya. Sekarang sudah banyak [BLK] yang kondisinya membaik.

Kini sedang dilakukan reorientasi program berdasarkan demand, memprioritaskan pembangunan di wilayah tempat BLK berdiri, serta fokus untuk mengembangkan kejuruan unggulan. Selain itu, kualitas dan kuantitas ditingkatkan.

Selain masalah fisik, apa aspek lain yang dibenahi di BLK?

Revitalisasi, memperbaiki dari aspek program. Ini peran pemerintah daerah. Jadi dari 301 BLK, hanya 21 BLK di bawah pemerintah pusat. Selebihnya dikelola oleh pemda setempat. Kalau pemda tidak aware, jadi masalah. Perlu kerja sama yang baik untuk pembangunan SDM daerah.

Koordinasi dengan pemda berlangsung lancar?

Lancar dan sering koordinasi. Meskipun begitu kewenangan kebijakan anggaran ada di bupati atau di gubernur. Kita coba berkomunikasi dengan Kementerian Dalam Negeri supaya pusat dan daerah terbantu.

Uupaya lain untuk mengatasi persoalan meningkatnya pengangguran?

Salah satunya, memilah spesifikasi program. Jangan membuat terlalu banyak program. Fokus untuk mengembangkan kejuruan unggulan, kualitas, dan meningkatkan kuantitas. Bila itu dilaksanakan, akan dirasakan manfaatnya, baik bagi pengguna (perusahaan) maupun alumni SMK.
ARTIKEL LAIN

Cover Majalah GATRA edisi No.3 / Tahun XXV / 15 - 21 Nov 2018 (Tim Desain/Gatra)
 
RUBRIK

Apa & Siapa
Buku
Ekonomi & Bisnis
Focil
Internasional
Kesehatan
Laporan Khusus
Laporan Utama
Multimedia
Nasional
Pariwara
Surat & Komentar
Teropong
Wawancara
 
Created and maintained by Gatra.com