Home   Gatra.com   Log out  
 
User Name Password  
[ Anggota baru | Lupa password ]
Arsip Majalah | Tentang Gobang | Ketentuan | Menu Anggota

INTERNASIONAL

Hasil Pemilu Sela Mengancam Trump

Partai pengusung Trump kandas di DPR. Arah politik Kongres AS terpolarisasi. Demokrat semakin bernafsu mendorong investigasi dugaan adanya campur tangan Rusia pada pemilu 2016 lalu.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump tak bisa menutupi rasa paniknya. Beberapa jam setelah partai pengusungnya, Republik, keok pada pemilihan umum sela (mid election) Amerika Serikat, Kamis pekan lalu, Trump menggelar konferensi pers di Gedung Putih. Ketika sesi tanya-jawab, Trump dan wartawan CNN terlibat adu mulut. Trump dan CNN memang sudah lama bersitegang sejak stasiun televisi itu gencar memberitakan skandal dugaan intervensi Rusia terhadap kemenangan Trump di Pemilu 2016.

Bentuk kepanikan Trump lain pasca-pemilu sela adalah keputusan memecat Jaksa Agung Amerika Serikat, Jeff Sessions. Trump menilai, Jeff mengarahkan kasus dugaan intervensi Rusia di Pemilu AS 2016 mengarah ke keluarga Trump. Beberapa kali, Trump memerintahkan agar Jeff menghentikan kasus tersebut. Toh, Jeff bergeming. Ujungnya, Jeff pun digantikan untuk sementara waktu oleh Matthew Whitaker, bawahan Jeff di kejaksaan.

Bagi Trump, hasil pemilu sela AS 2018 ini bukan kabar baik. Sebaliknya, menjadi ancaman buat konglomerat Amerika Serikat tersebut dalam melaju untuk kedua kalinya menjadi Presiden AS. Berdasarkan hitung cepat pemilu sela AS, Partai Demokrat berhasil menyingkirkan dominasi suara Partai Republik di House of Representatives alias DPR-nya Amerika Serikat.

Dari total 435 kursi anggota DPR yang diperebutkan, Demokrat meraup 227 kursi, meningkat dari dua tahun sebelumnya sebanyak 193. Sementara itu, Republik hanya mampu memperoleh 198 kursi, merosot dari 235 kursi. Hasil ini menempatkan Demokrat menjadi pemilik suara mayoritas di DPR. Banyak pihak memprediksi, DPR akan mendorong penuntasan dugaan skandal manipulasi pemilu 2016.

Kasus ini disebut-sebut menyasar putra sang presiden, Donald Trump Jr., dan menantu sekaligus penasihat Trump di Gedung Putih, Jared Kushner. Kasus ini akan menjadi amunisi bagi oposan untuk menghambat kebijakan Trump. Bahkan beberapa pihak memprediksi, skandal dugaan kecurangan pemilu 2016 berpotensi besar menggagalkan keinginan Trump menjadi presiden pada pemilu 2020.

Saat ini, investigasi skandal pemilu 2016, yang dipimpin oleh Robert S. Mueller, masih berjalan. Kubu partai Demokrat mensinyalir, pemecatan Jeff akan mengintervensi proses penyelidikan. Politisi Demokrat Steny Hoyer mengungkapkan, selama ini Trump secara terbuka menunjukkan ketidaksukaannya pada Jeff.

Steny menduga, Whitaker akan menghentikan investigasi kasus dugaan kolusi pemilu 2016. “Kongres harus mengambil tindakan bipartisan untuk melindungi integritas penyelidikan Penasihat Khusus Mueller,” kata Steny seperti dikutip dari Reuters.

Petahana legislator Partai Demokrat, Eric Swalwell, bahkan merencanakan akan membentuk tim investigasi untuk mengungkap keterlibatan Trump dalam dugaan kolusi pemilu AS 2016. Rencana tersebut akan direalisasikan begitu Demokrat resmi mengambil alih suara mayoritas di DPR pada bulan Januari 2019 nanti.

Dalam dialog di “NBC Today Show”, Eric menyampaikan bahwa anggota DPR fraksi Demokrat akan membongkar mega skandal tersebut. “Kami akan melakukan penyelidikan yang tidak ingin dilakukan oleh Partai Republik. Kami akan mengisi kekosongan pada investigasi Rusia,” kata Eric.

Politisi Demokrat lain, Jerry Nadler, mengatakan bahwa Trump berpotensi dilengserkan jika hasil investigasi Mueller mengarah ke keluarga Trump. Demokrat akan mendorong Kongres untuk memakzulkan Trump dari kursi presiden. “Mungkin juga, Demokrat juga akan bergerak untuk melengserkan Trump jika mereka memenangkan kembali kontrol,” ujarnya seperti dikutip dari Fox News.

Melihat ancaman tersebut, Trump balik mengancam Partai Demokrat. Trump mengatakan, jika fraksi Demokrat di DPR getol menyelidiki kasus tersebut, maka Trump memastikan Partai Republik di Senat akan menginvestigasi Partai Demokrat. “Kita (Republik) juga akan mempertimbangkan menyelidiki mereka untuk semua kebocoran informasi rahasia, dan banyak lagi, di tingkat Senat,” kicau Trump melalui akun Twitter-nya.

Di Senat, Republik masih mendominasi. Dari 100 kursi anggota Senat, ada 36 kursi yang lowong. Dari hasil pemilu sela, komposisi kursi Republik dan Demokrat di senat tidak berubah, masing-masing 51 kursi dan 47 kursi. Dua kursi lagi berasal dari kalangan independen.

Meski demikian, Partai Demokrat akan berupaya mengambil alih keputusan Kongres untuk mendukung investigasi skandal pemilu AS 2016. Hasil investigasi Mueller pun ditunggu semua pihak. Jika kampanye Trump terbukti dibantu oleh Rusia, maka skandal trump mirip dengan kasus Watergate.

Trump pun terancam dimakzulkan. “Temuan Mueller tentang koneksi Rusia akan sangat konsekuensial. Yang lebih dramatis, Partai Demokrat akan memiliki kemampuan untuk mengudeta Trump,” ujar Profesor hukum Harvard University, Noah Feldman, seperti dikutip dari Bloomberg.

Hendry Roris Sianturi

++++

Beberapa Senjata Partai Demokrat untuk Menjegal Trump

1. Menuntut pengembalian pajak Trump

2. Mengungkap gurita bisnis keluarga Trump

3. Membongkar transaksi Trump dengan pihak Rusia, termasuk persiapan pemilu 2016, untuk pertemuannya dengan Vladimir Putin.

4. Mengungkap transaksi pembayaran untuk Stephanie Clifford alias Stormy Daniels –selingkuhan Trump

5. Pemecatan eks Direktur FBI, James Comey

6. Memprotes kebijakan larangan transgender Trump untuk militer

7. Membongkar urusan bisnis Menteri Keuangan Steven Mnuchin

8. Penggunaan email pribadi staf Gedung Putih

9. Penyalahgunaan perjalanan sekretaris kabinet dengan menggunakan biaya dan fasilitas negara

10. Mempertanyakan keamanan pemilu dan upaya peretasan

11. Mempertanyakan izin keamanan Gedung Putih

Sumber: axios
ARTIKEL LAIN

Cover Majalah GATRA edisi No.3 / Tahun XXV / 15 - 21 Nov 2018 (Tim Desain/Gatra)
 
RUBRIK

Apa & Siapa
Buku
Ekonomi & Bisnis
Focil
Internasional
Kesehatan
Laporan Khusus
Laporan Utama
Multimedia
Nasional
Pariwara
Surat & Komentar
Teropong
Wawancara
 
Created and maintained by Gatra.com