Home   Gatra.com   Log out  
 
User Name Password  
[ Anggota baru | Lupa password ]
Arsip Majalah | Tentang Gobang | Ketentuan | Menu Anggota

LAPORAN UTAMA

Kandidat Pengendali Partai Banteng

Pada April 2020 mendatang, hampir 27 tahun Megawati Soekarnoputri memimpin PDI Perjuangan. Usianya saat itu sudah lebih dari 72 tahun. Saatnya pensiun?

Trah Soekarno

Puan Maharani
Lahir di Jakarta, 6 September 1973

Putri ketiga Megawati, dari pernikahannya dengan Taufik Kiemas. Paling mapan dibandingkan dengan kedua kakaknya, Mohammad Rizki Pratama dan Muhammad Prananda Prabowo. Karier politiknya dimulai ketika bergabung ke KNPI. Sejak Kongres PDI Perjuangan tahun 2010, Puan menduduki posisi krusial sebagai Ketua DPP Bidang Politik.

Di usia 36 tahun, ia dilantik menjadi anggota DPR RI 2009–2014, plus menduduki posisi kunci sebagai ketua Fraksi PDI Perjuangan menggantikan Tjahjo Kumolo.

Pada pemilu 2014, Puan ditunjuk sebagai “panglima perang” partai yang membawa PDI Perjuangan menjadi pemenang pemilu, dan berlanjut berhasil memenangkan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla dalam pilpres 2014. Kerja kerasnya berbuah hasil dengan duduk sebagai menteri koordinator termuda di usia 41 tahun, dan orang pertama yang mengisi kementerian baru, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

***

Puti Pramathana Puspa Seruni Paundrianagari Guntur Soekarno Putri (Puti Guntur)
Lahir di Jakarta, 26 Juni 1971

Putri tunggal dari putra pertama Soekarno, Guntur Soekarno Putra. Alumnus Jurusan Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia ini pernah terlibat di Yayasan Bung Karno dan Yayasan Fatmawati. Pencapaian karier politiknya pun meningkat ketika Puti terpilih sebagai anggota DPR RI selama dua periode (2009–2014 dan 2014–2019). Terakhir, sempat maju sebagai calon wakil gubernur mendampingi Saifullah Yusuf alias Gus Ipul di pemilihan gubernur Jawa Timur 2018.

***

Prananda Prabowo
Lahir di Jakarta, 23 April 1970

Anak kedua Megawati dari suami pertama, Lettu Penerbang Surindro Suprijarso. Memutuskan masuk dunia politik dengan bergabung ke PDI Perjuangan. Namanya mencuat menjelang Kongres III PDI Perjuangan di Bali, April 2010. Ia disebut-sebut sebagai the man behind the door karena menjadi sosok pemikir ideologis di balik layar PDI Perjuangan. Ia juga kerap berada di balik pembuatan pidato ibunya.

Berbekal pengetahuan teknologi dan Informasi, ia pernah didapuk sebagai Kepala Ruang Pengendali dan Analisis Situasi. Kini menjabat sebagai Ketua Bidang Ekonomi Kreatif. Jokowi pernah menyebut Nanan –sapaan akrabnya—sebagai orang yang punya potensi besar, detail dalam organisasi, dan dekat dengan siapa pun.

++++

Kader Partai

Joko Widodo
Lahir di Surakarta, 21 Juni 1961

Dikenal sebagai pengusaha mebel, kemudian masuk PDI Perjuangan pada 2004. Ketika itu, alumnus Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada itu masuk dalam jajaran pengurus DPC PDI Perjuangan Surakarta.

Momentum karier politiknya muncul ketika mencalonkan diri sebagai wali kota Solo pada 2005. Berpasangan dengan F.X. Hadi Rudyanto, Jokowi diusung oleh PDI Perjuangan dan PKB. Mereka berhasil memenangkan kontestasi, bahkan mengulangi kemenangannya pada pemilihan periode berikutnya.

Di tiga tahun sisa jabatan pediode keduanya, ia tertantang maju dalam pilkada DKI Jakarta 2012. Bersama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Jokowi berhasil menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta periode 2012–2017, mengalahkan enam pasangan, termasuk petahana Fauzie Bowo.

Belum genap setahun menjadi orang nomor satu di Pemprov DKI Jakarta, berbagai survei menempatkannya sebagai capres dengan elektabilitas tertinggi. Menjelang pilpres 2014, namanya tak terbendung hingga PDI Perjuangan melalui Megawati mengusungnya sebagai capres. Insting politik “tukang kayu” nyatanya terbukti moncer. Menghadapi Prabowo, Jokowi yang didampingi Jusuf Kalla berhasil menang dengan raihan suara 53,15% dan akhirnya dilantik menjadi Presiden pada Oktober 2014. Kini, berpasangan dengan Ma’ruf Amin, Jokowi mencoba peruntungannya kembali maju untuk kedua kalinya.

***

Pramono Anung Wibowo
Lahir di Kediri, 11 Juni 1963

Berlatar belakang pengusaha, alumnus Jurusan Teknik Pertambangan Institut Teknologi Bandung itu mulai tertarik dunia politik ketika memutuskan bergabung ke PDI Perjuangan di awal masa reformasi, 1999. Baru masuk setahun, pada 2000, ia menjadi Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan, yang kemudian berlanjut menjadi sekjen. Pram disebut sebagai orang kepercayaan Mega dalam mengelola organisasi partai.

Selain sukses berkarier di parpol, ia juga terpilih sebagai anggota DPR RI empat periode berturut-turut sejak 1999, dan sempat menjadi Wakil Ketua DPR. Pada 2015, ia dipanggil Presiden Jokowi masuk kabinet sebagai Sekretaris Kabinet, menggantikan Andi WIjayanto hingga kini.

***

Hasto Kristiyanto
Lahir di Sleman, Yogyakarta, 7 Juli 1966

Alumus Teknik Kimia Universitas Gadjah Mada itu mulai masuk PDI Perjuangan pada 2002 setelah menyelesaikan pendidikan master bidang international business di Prasetya Mulya Business School pada 2000. Di PDI Perjuangan, ia menduduki jabatan sebagai Wakil Sekretaris Bidang II Media Massa dan Penggalangan Pusat PDI Perjuangan (2002-2003) dan Wakil Sekretaris Bidang Penggalangan dan Pembinaan (2006–2010). Pada 2004, ia berhasil masuk sebagai anggota DPR. Kini ia dipercaya menjadi Sekjen PDI Perjuangan. Sebelumnya, ia juga pernah menjadi salah satu tim transisi bersama dengan Rini Soemarno dalam proses pergantian kekuasaan dari Susilo Bambang Yudhoyono ke Joko Widodo.

***

Ganjar Pranowo
Lahir di Karanganyar, Jawa Tengah, 28 Oktober 1968

Alumnus Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada itu sebelumnya aktif dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI). Ia juga sempat memiliki kantor hukum sendiri. Sambil menjalani profesi sebagai konsultan hukum, ia terjun ke dunia politik dengan bergabung ke PDI Perjuangan. Hasilnya, Ganjar terpilih menjadi anggota DPR priode 2009–2014. Namun, pada 2013, ia ditugaskan untuk maju dalam pertarungan pilkada Jawa Tengah berpapasan dengan Heru Sujatmoko. Pasangan ini berhasil mengalahkan Bibit Waluyo. Ganjar mengulangi kemenangannya pada pilkada serentak tahun ini, sehingga kembali jadi Gubernur Jawa Tengah untuk periode 2018–2023.

*Diolah dari berbagai sumber
ARTIKEL LAIN

Cover Majalah GATRA edisi No.6 / Tahun XXV / 6 - 12 Des 2018 (Tim Desain/Gatra)
 
RUBRIK

Apa & Siapa
Ekonomi & Bisnis
Focil
Internasional
Laporan Khusus
Laporan Utama
Lingkungan
Multimedia
Nasional
Pariwara
Perjalanan
Surat & Komentar
Teropong
Wawancara
 
Created and maintained by Gatra.com