Home   Gatra.com   Log out  
 
User Name Password  
[ Anggota baru | Lupa password ]
Arsip Majalah | Tentang Gobang | Ketentuan | Menu Anggota

PARIWARA

Merajut Persatuan dalam Nada di Konser Harmoni Indonesia 2018

Spirit Harmoni Indonesia turut menyumbang semangat pada Asian Games 2018. Harmoni Indonesia digelar untuk memupuk semangat persatuan, kerukunan, kebangsaan, dan nasionalisme Indonesia.

Masih lekat dalam ingatan, ketika konser Harmoni Indonesia 2018 berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, 5 Agustus lalu. Kala itu, bulu roma meremang begitu lagu kebangsaan "Indonesia Raya" berkumandang, yang dilanjutkan lagu wajib nasional "Satu Nusa Satu Bangsa", "Garuda Pancasila", "Rayuan Pulau Kelapa", dan diakhiri "Padamu Negeri". Lagu yang dinyanyikan pulhan ribu orang itu bergema di Koridor Timur GBK, Jakarta.

Tak hanya puluhan ribu orang yang bernyanyi di sisi Koridor Timur GBK itu. Namun, puluhan ribu mahasiswa dari perguruan tinggi negeri dan swasta di 33 provinsi Indonesia dan perwakilan mahasiswa yang sedang melanjutkan pendidikan di 9 kota di luar negeri secara serentak ikut bernyanyi bersama.

Paduan suara tersebut mengikuti komando konduktor kondang Addie MS yang disiarkan langsung melalui RCTI, SCTV dan TV-One serta melalui live streaming. Selain mahasiswa, acara juga dimeriahkan oleh paduan suara pelajar, paduan suara pesantren, paduan suara TNI dan Polri, serta paduan suara kementerian dan lembaga, paduan suara lintas budaya, seniman, budayawan dan masyarakat umum. Total peserta yang berpartisipasi dalam konser Harmoni Indonesia 2018 mencapai lebih dari 2 juta orang.

Konser Harmoni Indonesia 2018 dibuka langsung oleh Presiden Joko Widodo. Presiden tiba di acara itu selepas menghadiri kegiatan pemecahan rekor dunia Guinness World Records Tari Poco-Poco di Lapangan Silang Monas, Jakarta. Presiden Joko Widodo tiba di GBK pukul 07.24 WIB, 30 menit lebih cepat dari jadwal semula. Presiden langsung menyapa para peserta dan naik ke panggung.

Jajaran Menteri Kabinet Kerja juga turut serta meramaikan Harmoni Indonesia 2018, yaitu Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Sosial Idrus Marham, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur, anggota Dewan Pertimbangan Presiden Sidarto Danusubroto, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Kepala BPOM Penny Kusumastuti Lukito.

Mendorong Semangat Atlet
Presiden Joko Widodo menyampaikan alasan diadakannya konser Harmoni Indonesia 2018. ''Pelaksanaan kegiatan konser Harmoni Indonesia 2018 adalah dalam rangka memperingati 73 Tahun Indonesia Merdeka,'' kata Presiden Joko Widodo. Selain itu, konser Harmoni Indonensia 2018 diselenggarakan untuk memberi semangat para atlet Indonesia yang bertanding di Asian Games 2018.

Ternyata spirit konser Harmoni Indonesia 2018 turut menyumbang semangat para atlet di Asian Games 2018. Peringkat Indonesia naik drastis ke posisi 4 dengan perolehan 31 medali emas, 24 medali perak, dan 43 medali perunggu. Berbagai negara turut mengapresiasi kesuksesan pesta olahraga se-Asia itu.

Presiden Joko Widodo juga menekankan alasan diselenggarakannya kegiatan konser Harmoni Indonesia 2018 adalah untuk memupuk semangat persatuan, kerukunan, kebangsaan, dan nasionalisme yang menjadi kekuatan terbesar berlangsungnya Republik Indonesia. ''Karena itulah aset terbesar bangsa ini, bisa kita berikan, kita semangat semuanya agar kita sadar, agar kita paham bahwa persatuan dan kerukunan nasionalisme adalah aset terbesar bangsa kita,'' tuturnya.

Sukses konser Harmoni Indonesia 2018 hingga membikin merinding, diakui Firdaus Ali, Staf Khusus Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Bidang Sumber Daya Air. ''Ini merupakan kejadian pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia,'' ujar Firdaus Ali, yang juga Ketua Pelaksana Konser Harmoni Indonesia 2018.

Firdaus menceritakan, panitia penyelenggara sebenarnya sempat waswas acara akan kurang sukses. Apalagi ia mendapat kabar GBK sisi koridor timur baru bisa digunakan untuk konser Harmoni Indonesia 2018 pada H-5 oleh Inasgoc (Indonesia Asian Games Organizing Committee).

''Kita nggak pernah membayangkan konser Harmoni Indonesia bakal buat merinding dan akan seperti itu,'' ungkap Firdaus. Apalagi, Presiden Joko Widodo akhirnya bisa datang dan ikut bernyanyi bersama 2,3 juta orang yang menyanyi lagu nasional "Indonesia Raya" dan lagu wajib nasional Indonesia di 33 provinsi dan 9 kota di luar negeri.

Bahkan, Firdaus mengaku tak habis kagum dengan minat dan keseriusan masyarakat yang ikut menyanyikan lagu nasional Indonesia Raya serta lagu-lagu wajib nasional yang dilakukan secara berkelompok, di luar dari partisipasi mahasiswa di 33 provinsi. Berbagai rekaman video membanjiri sosial media dengan tagar konser Harmoni Indonesia 2018.

Aksi partisipasif masyarakat ini tanpa dikomando dari pusat dan tak masuk dalam live streaming layar besar saat konser Harmoni Indonesia 2018 berlangsung di GBK.

Keharuan yang Dalam
Tak hanya Firdaus yang masih menyimpan takjub konser Hamoni Indonesia 2018 bisa berlangsung demikian haru. Addie MS yang menjadi konduktor pada acara tersebut juga punya kesan mendalam saat lagu nasional kebangsaan Indonesia dan sederet lagu nasional lainnya dinyanyikan serentak oleh masyarakat di berbagai penjuru Indonesia.

Saat memimpin peserta menyanyikan lagu kebangsaan dan nasional di GBK pada 5 Agustus lalu, Addie merasakan keharuan yang mendalam. Peserta Harmoni Indonesia 2018 yang ada di depannya berkumpul begitu beraneka ragam. Dari mulai yang bermata belo hingga sipit, rambut lurus maupun keriting, kulit sawo matang hingga gelap. ''Perbedaan itu semua sudah dari dulu lekat dengan kita. Kita biasa beragama dan damai sejak dulu. Tapi beberapa waktu belakangan keberagaman itu malah menjadi amunisi untuk politik. Sedih rasanya,'' kata Addie.

Tak hanya keharuan melihat warga dengan beragam ciri berkumpul dan bernyanyi bersama, Addie juga mengaku ia mendapat pengalaman baru saat itu, ''Saya juga memimpin Presiden dan para menteri menyanyi bersama di mana Presiden dan jajaran menterinya ikut menyanyi pada level di bawah saya dengan masyarakat. Itu nggak lazim,'' katanya.

Hal tersebut merupakan kali pertama terjadi dalam sejarah ia menjadi konduktor. Biasanya setiap kepala negara ikut atau menonton baik pertunjukkan orkestra maupun bernyanyi bersama, mereka akan berada di level lebih tinggi dari konduktor dan masyarakat umum. Bahkan, Addie mengenang, saat dirinya menjadi konduktor di Istana Merdeka pada masa Presiden Soeharto di tahun 1995, band harus mengubah susunan tempat yang sebelumnya berada di depan panggung, menjadi lebih ke samping agar ia dan tim tidak memunggungi Presiden.

Kejadian tak lazim saat seorang kepala negara mau berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah dengan masyarakat justru ia temukan saat konser Harmoni Indonesia 2018. Sebelumnya, Addie hanya mengetahui runutan acara adalah Presiden datang ikut menyanyikan lagu Indonesia Raya, memberikan pidato dan turun ke masyarakat untuk sejenak menyapa, kemudian pergi meninggalkan tempat acara.

Ternyata rencana tersebut meleset di mana Presiden Joko Widodo alih-alih menuju tempat lain, malah membalikkan badan menghadap Addie yang berdiri di atas panggung dan ikut bernyanyi lagu-lagu nasional bersama masyarakat. ''Akhirnya saya memimpin masyarakat dengan Presiden ada di depannya. Hal itu nggak mungkin terjadi. Karena biasanya karena protokoler, nggak mungkin posisi konduktor bisa lebih tinggi dari Presiden. Paling tidak di level yang sama,'' kata Addie.

Euforia berbagi semangat ini kemudian menular dan dibawa Presiden Joko Widodo hingga pelaksanaan upacara bendera di Istana Negara pada 17 Agustus 2018. Presiden Joko Widodo mengajak seluruh para peserta upacara menyanyikan lagu nasional bersama-sama.

Ide Presiden Jokowi
Awalnya, cerita Firdaus, Inasgoc enggan mengeluarkan izin untuk penyelenggaraan konser Harmoni Indonesia 2018. Area yang akan dipakai untuk Asian Games 2018 harus steril beberapa waktu sebelum pertandingan dimulai, termasuk di GBK. Berkat lobi yang dilakukan terus-menerus oleh tim konser Harmoni Indonesia 2018 bahwa tempat tidak akan rusak dan aman, pihak Inasgoc yang diketuai Erick Thohir akhirnya menurunkan izin juga.

Ide menyelenggarakan konser Harmoni Indonesia 2018 sebenarnya dari Presiden Joko Widodo jauh hari sebelumnya. Presiden ke-7 Republik Indonesia ini cemas terhadap penyelenggaraan Asian Games 2018 dan semangat bangsa yang belum ''panas''.

Perasaan yang sama juga diungkapkan anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Sidarto Danusubroto. Persatuan dan kesatuan bangsa dilanda isu SARA beberapa tahun belakangan. konser Harmoni Indonesia yang digagas Presiden merupakan salah satu upaya merajut persatuan dan kesatuan bangsa. ''NKRI bisa bertahan karena ada persatuan dan kesatuan di atas keberagaman. Ini harus kita bangun dan rawat, salah satunya lewat konser Harmoni Indonesia,'' tegas Sidarto.

Konser Harmoni Indonesia memang sengaja dilangsungkan pada tahun 2018. Mengambil momen hari Kemerdekaan Indonesia ke-73 dan Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggaraan Asian Games ke-18. ''Konser Harmoni Indonesia 2018 diselenggarakan untuk merajut kembali kesatuan bangsa yang sempat terkoyak saat pilkada lalu dan untuk menyemangati para atlet yang bakal berlaga di Asian Games,'' kata Firdaus.

Universitas Sumatera Utara (USU) merupakan salah satu perguruan tinggi yang ikut berpartisipasi dalam konser Harmoni Indonesia 2018. Melibatkan sekitar 3.000 peserta tak hanya dari mahasiswa USU, melainkan juga Kopertis, mahasiswa Perguruan Tinggi Swasta dan pegawai Balai POM Medan. Semua hadir di halaman stadion mini USU.

Rektor USU, Runtung Sitepu mengungkapkan keterlibatan USU sebagai perwakilan Sumatera Utara dalam konser Harmoni Indonesia 2018 sudah diinformasikan sekitar seminggu sebelumnya melalui rapat yang dilakukan oleh Kemenristekdikti. Para perwakilan Universitas di seluruh Indonesia dipanggil ke Jakarta oleh Kemenristekdikti.

Pada rapat tersebut disampaikan tentang adanya program konser Harmoni Indonesia 2018. ''Waktu itu disampaikan oleh Pak Sidarto Danusubroto dan Pak Firdaus Ali. Perguruan Tinggi diminta menjadi tempat penyelenggaraan konser Harmoni Indonesia 2018,'' katanya.

Dukungan Civitas Akademika
Acara dalam rangka menyambut HUT ke-73 RI dan Asian Games 2018 di Indonesia disambut baik oleh para perwakilan civitas akademika yang hadir. Persiapan dan koordinasi yang dilakukan untuk konser Harmoni Indonesia 2018 pun berlangsung cepat dan tanpa kesulitan.

Pemilihan kampus sebagai tempat penyelenggaraan konser Harmoni Indonesia 2018 pun dinilai tepat oleh Runtung. ''Karena kampus ini tempat menggodok pemimpin masa depan. Mahasiswa kita harapkan akan melanjutkan estafet kepemimpinan bangsa ke depan. Ini adalah pilihan yang tepat.'' Konser Harmoni Indonesia menjadi salah satu upaya untuk meminimalisir hal-hal yang ingin memecah belah bangsa.

Semangat kesatuan sebagai bangsa Indonesia yang dihasilkan melalui konser Harmoni Indonesia 2018 dan suksesnya torehan Indonesia pada Asian Games 2018 tidak boleh berakhir begitu saja. Semangat ini harus terus dibawa dan ditularkan ke seluruh rakyat Indonesia. Perasaan bangga dan cinta Indonesia harus terus digelorakan dan dijaga agar tak padam. Apalagi menyambut tahun politik pada pemilihan presiden 2019 yang diprediksi memanas bagi masyarakat Indonesia dikhawatirkan membuat rasa persatuan yang sempat membuncah di dada terkoyak lagi.

''Kami dari konser Harmoni Indonesia memiliki kewajiban untuk menjaga api semagat ini. Jadi kami akan ada acara lagi tanggal 28 Oktober dalam rangka 90 Tahun Sumpah Pemuda,'' Firdaus memaparkan. Konser Harmoni Indonesia selanjutnya akan digelar mengambil momen peringatan hari-hari besar nasional. Panitia konser Harmoni Indonesia 2018 menjadikan perguruan tinggi negeri dan swasta sebagai pucuk komando yang akan mengorganisir masyarakat sekitar ikut berpartisipasi bernyanyi bersama.

Menurut Firdaus, konser Harmoni Indonesia 2018 menjadi momentum pengikat bahwa kita bangsa Indonesia memiliki potensi yang luar biasa. Konser Harmoni Indonesia 2018 bukan acara satu kali untuk mengingat satu peristiwa. Harapannya acara ini untuk menarik semangat kaum milenial, karena mereka masa depan Indonesia. Konser Harmoni Indonesia 2018 adalah pendorong semangat untuk seluruh bangsa, bukan acara yang digelar untuk kepentingan kelompok tertentu.
ARTIKEL LAIN

Cover Majalah GATRA edisi No.48 / Tahun XXIV / 27 Sep - 3 Okt 2018 (Tim Desain/Gatra)
 
RUBRIK

Apa & Siapa
Ekonomi & Bisnis
Focil
Internasional
Laporan Khusus
Laporan Khusus II
Laporan Utama
Multimedia
Nasional
Pariwara
Perjalanan
Surat & Komentar
Teropong
 
Created and maintained by Gatra.com