Home   Gatra.com   Log out  
 
User Name Password  
[ Anggota baru | Lupa password ]
Arsip Majalah | Tentang Gobang | Ketentuan | Menu Anggota

LAPORAN UTAMA

Wakil Ketua KADIN Bidang Hubungan Internasional, Shinta Widjaja Kamdani: Indonesia Harus Ambil Untung dari Perang Dagan

Perselisihan dagang Amerika Serikat dengan Cina tentu sedikit-banyak berdampak ke Tanah Air, terutama terkait dengan keseimbangan dagang di beberapa komoditas ekspor unggulan.

Bagi pengusaha, perselisihan dagang Amerika Serikat dengan Cina tentu sedikit-banyak berdampak ke Tanah Air, terutama terkait dengan keseimbangan dagang di beberpaa komoditas ekspor unggulan. Karena itulah, menurut Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bidang Hubungan Internasional, Shinta Widjaja Kamdani, pemerintah perlu mengambil sikap atas kondisi ini.

Apalagi, ditambah dengan kebijakan terbaru pemerintah, yang memberikan banyak kemudahan bagi investor yang hendak menanamkan modalmya di Tanah Air. "Partisipasi pada beberapa perjanjian perdagangan dan komitmen pemerintah untuk menarik investasi asing, membuat kita sudah menuju arah yang benar," ujarnya.

Apa saja yang dikhawatirkan pengusaha dan dampak dari perang dagang ini wartawan GATRA M. Egi Fadliansyah berbicang dengan Shinta, Selasa siang lalu. Petikannya:

Apa saja titik lemah perdagangan Indonesia yang bisa terkena dampak akibat perang dagang Amerika-Cina?
Tergantung komoditas apa yang akan dijadikan alat perang dagang dan apakah Indonesia terlibat dalam supply chain produk tersebut di Amerika maupun di Cina. Juga tergantung apakah komoditas dari Indonesia berkompetisi dengan komoditas yang dijadikan sebagai alat trade war. Sebelum komoditas yang dijadikan sebagai alat trade war dan sebelum besaran "hukuman" terhadap komoditas tersebut jelas, semua akan status quo. Walaupun kita harus tetap waspada terhadap setiap kebijakan perdagangan yang akan diambil Amerika Serikat dan Cina.

Selain dampak negatif, apakah kita bisa mencuri kesempatan dari aksi ini?
Beberapa sektor kemungkinan besar justru akan diuntungkan dengan trade war ini. Sebagai contoh, sektor manufaktur yang diekspor ke Amerika dan bersaing dengan Cina seperti textile-apparel-footwear. Tetapi ada juga sektor yang rentan terdampak negatif seperti sektor besi-baja dan bahkan industri pembuatan komponen pesawat, barang elektronik, atau otomotif di Indonesia yang menyuplai ke Amerika atau Cina.

Ada saran agar perang dagang ini tidak membuat industri dalam negeri lebih menderita?
Pemerintah perlu mendorong daya saing. Melalui peluncuran IR 4.0 pertengahan minggu lalu, partisipasi pada beberapa perjanjian perdagangan dan komitmen pemerintah untuk menarik investasi asing sebenarnya kita sudah menuju arah yang benar.

Sektor mana yang kira-kira akan terdampak paling parah?
Yang paling saya khawatirkan adalah sektor pertanian. Cina membatasi besar-besaran produk pertanian dari Amerika Serikat seperti kedelai, buah-buahan, dan tembakau. Saat ini, produksi tembakau kita terus menurun karena tekanan publik dan kurangnya dukungan pemerintah terhadap tembakau lokal. Padahal industri ini menyumbangkan 6 juta tenaga kerja dan merupakan penyumbang pajak nasional terbesar ketiga pada 2015.

Mengapa pemerintah perlu lebih memperhatikan petani tembakau?
Ditakutkan nanti akan ada trade diversion produk tembakau Amerika Serikat ke Indonesia, sehingga akan menekan harga tembakau yang saat ini sudah rendah.
ARTIKEL LAIN

Cover Majalah GATRA edisi No.48 / Tahun XXIV / 27 Sep - 3 Okt 2018 (Tim Desain/Gatra)
 
RUBRIK

Apa & Siapa
Ekonomi & Bisnis
Focil
Internasional
Laporan Khusus
Laporan Khusus II
Laporan Utama
Multimedia
Nasional
Pariwara
Perjalanan
Surat & Komentar
Teropong
 
Created and maintained by Gatra.com