Home   Gatra.com   Log out  
 
User Name Password  
[ Anggota baru | Lupa password ]
Arsip Majalah | Tentang Gobang | Ketentuan | Menu Anggota

PARIWARA

Hadian Presiden Jokowi buat Masyarakat Bali

Khusus untuk Provinsi Bali, Presiden Jokowi menggarisbawahi apa yang diminta Gubernur Bali dan masyarakatnya dalam kaitan dengan penetapan lokasi BIBU, maka Presiden akan menyetujuinya.

Oleh: Ambassador Freddy Numberi
(Mantan Menteri Perhubungan)

Pengantar Payung hukum dalam rangka pembangunan Bandara Internasional Bali Utara (BIBU) sangat jelas dan tidak diragukan lagi, karena terdapat dalam: (1) Peraturan Presiden RI Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019; (2) Peraturan Daerah Kabupaten Buleleng Nomor 9 Tahun 2013 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Buleleng Tahun 2013-2033; (3) Dokumen Bappenas tentang konektivitas Infrastruktur Wilayah dan Antar Wilayah; (4) Rencana Strategis Direktorat Jendral Perhubungan Udara Tahun 2015-2019; dan (5) Dalam Dokumen Bappenas tentang Public Private Partnerships Infrastructure Projects Plan in Indonesia 2015.

Menurut informasi, World Bank melakukan kajian perihal Bali sustainable transport and connectivity initiative yang diluncurkan pada Desember 2017. Kajian tersebut meliputi infrastruktur bandar udara, jalan raya, pelabuhan laut dan jalur kereta api. Dalam penjelasannya, dikatakan bahwa infrastruktur yang ada dewasa ini sudah tidak memadai lagi untuk menopang Bali sebagai destinasi wisata nomor satu di Indonesia dan kawasan wisata yang berkelas dunia.

Dengan pernyataan ini berarti sebenarnya World Bank secara tidak langsung mendukung pemerintah daerah Bali (provinsi dan kabupaten) lebih khusus masyarakatnya dalam menata apa yang dibutuhkan mereka pada masa mendatang.

''Yang mengerti betul tentang apa yang dibutuhkan di Bali adalah orang Bali sendiri, bukan mereka yang dari luar Bali termasuk World Bank.''

Apalagi, pada kenyataannya antara Bali Selatan dan Bali Utara terdapat suatu kesenjangan ekonomi yang cukup tinggi, sehingga menimbulkan kecemburuan sosial di antara masyarakat Bali.

Nilai Strategis BIBU
Dalam menjawab problema infrastruktur yang ada saat ini serta mengatasi disparitas antara Bali Utara dan Bali Selatan perlu adanya investasi infrastruktur yang direncanakan oleh pemerintah daerah Bali, baik tingkat provinsi maupun kabupaten yang sekaligus menjawab tantangan yang akan dihadapi ke depan.

Investasi infrastruktur oleh swasta khususnya di sektor transportasi dalam hal ini Bandara Internasional Bali Utara, memiliki nilai strategis dan nilai unggulan sebagai berikut:
1. Membuka lapangan kerja baru bagi kurang lebih 240.000 tenaga kerja Indonesia, khususnya masyarakat Bali.
2. Menciptakan 1.300 peluang bisnis baru bagi Indonesia.
3. Penggunaan teknologi modern (pilling system) dan lokasinya di laut/ tepi pantai serta ramah lingkungan.
4. Karena pembangunannya di laut/ tepi pantai, hal itu tidak akan menggusur pura, situs bersejarah, permukiman masyarakat dan tanah ataupun peruntukan yang ada.
5. Membangkitkan nilai investasi wilayah, kabupaten maupun provinsi di Bali.
6. Mengeliminasi kebisingan suara dan mengurangi risiko kemungkinan pesawat jatuh di area permukiman masyarakat.
7. Dari aspek operasi penerbangan tidak ada permasalahan baik ruang udara maupun prosedur penerbangan karena lokasi ini berjarak ą 100 km di utara Bandara Ngurah Rai.
8. Flight procedures untuk lokasi lepas pantai tidak akan mengalami permasalahan obstacle limitation surface (OLS) sesuai dengan Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP), karena lokasinya berada di lepas pantai.
9. Nilai investasinya sebesar ą US$ 2 milyar (ą Rp 27 trilyun) oleh swasta, sehingga meringankan beban APBN. Dalam arti bahwa Negara Indonesia tidak perlu mencari pinjaman baik itu dari World Bank, Asian Development Bank dan lain-lain.
10. Menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi lonjakan wisatawan yang cukup tinggi setiap tahunnya. Arus wisatawan ke Bali pada tahun 2017 mencapai 15-20 juta orang dan pergerakan pesawat baik penumpang dan kargo mencapai 230.000 pergerakan. Pada tahun 2025 dengan adanya pertumbuhan penumpang 7,11% per tahun dan pertumbuhan pergerakan pesawat 4,14%, Bandara Ngurah Rai tidak akan mampu menampung hal tersebut.

Kesimpulan
Pembangunan Bandara Internasional Bali Utara ini tidak lain untuk menjawab masalah infrastruktur pada subsektor transportasi dan sekaligus menciptakan lapangan kerja bagi rakyat Indonesia, khususnya masyarakat Bali, sehingga mereka bisa menikmati kesejahteraan yang lebih baik dari waktu ke waktu.

Hal ini sejalan dengan amanat Presiden RI Ir. H. Joko Widodo tentang pelibatan swasta dalam proyek investasi infrastruktur di seluruh Indonesia. Khusus untuk Provinsi Bali, Presiden Jokowi menggarisbawahi apa yang diminta Gubernur Bali dan masyarakatnya dalam kaitan dengan penetapan lokasi BIBU, maka Presiden akan menyetujuinya.

Presiden Jokowi, dalam beberapa pengarahannya, juga mengatakan bahwa kita perlu menciptakan lapangan kerja bagi rakyat Indonesia, tentunya investasi swasta pada BIBU ini sejalan dengan apa yang digarisbawahi Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi juga sangat kesal dan menyatakan bahwa proses perizinan kita terlalu bertele-tele dan lama, berbulan-bulan sehingga mengurangi minat para investor untuk menaruh uangnya di Indonesia. Ini pun dialami BIBU, karena sudah empat tahun berjalan penetapan lokasi di Bali Utara itu belum tuntas oleh Kementerian Perhubungan. Hal ini sangat disayangkan.

Di sisi lain, dari aspek payung hukum untuk BIBU tidak diragukan lagi dan yang paling utama adalah bagaimana pemerintah pusat mengakomodasikan kepentingan rakyat Bali bukan kepentingan pihak-pihak tertentu yang ingin memanfaatkan peluang ini untuk kepentingan-kepentingan yang sempit. Karena pembangunan Bandara Internasional Bali Utara itu adalah untuk kepentingan masyarakat Bali dalam rangka pengembangan pariwisata dimasa mendatang.

Inilah hadiah Presiden RI Ir. H. Joko Widodo kepada masyarakat Bali yang dicintainya.
ARTIKEL LAIN

Cover Majalah GATRA edisi No.48 / Tahun XXIV / 27 Sep - 3 Okt 2018 (Tim Desain/Gatra)
 
RUBRIK

Apa & Siapa
Ekonomi & Bisnis
Focil
Internasional
Laporan Khusus
Laporan Khusus II
Laporan Utama
Multimedia
Nasional
Pariwara
Perjalanan
Surat & Komentar
Teropong
 
Created and maintained by Gatra.com