Home   Gatra.com   Log out  
 
User Name Password  
[ Anggota baru | Lupa password ]
Arsip Majalah | Tentang Gobang | Ketentuan | Menu Anggota

INTERNASIONAL

Bersih-bersih Mahathir

Mahathir Mohamad berupaya membangun kembali kepercayaan publik Malaysia dengan fokus memberantas korupsi. Megaskandal korupsi 1MDB jadi prioritas kerjanya. Nasib Najib Razak di ujung tanduk.

Meja oval panjang dengan 23 kursi melingkar terisi penuh oleh peserta rapat. Dalam rapat tertup yang berlangsung Kamis, 31 Mei lalu itu, sembilan pejabat senior dari kantor kejaksaan Singapura dan Departemen Urusan Komersial Otoritas Moneter Singapura. Mereka merupakan bagian dari kerja sama antar-penyidik kedua negara untuk kasus megaskandal korupsi 1MDB, yang diduga mencapai US$4,5 milyar. Pertemuan tim yang disebut sebagai Satuan Tugas Khusus (Satgasus) 1Malaysia Development Berhad (1MDB) itu berlangsung di Kuala Lumpur.

Seperti dilansir The Straits Times, langkah cepat Satgasus 1MDB dalam menjalin kerja sama dengan Singapura merupakan bagian dari cara untuk mengamankan dana yang diyakini telah disalahgunakan. "Kerja sama antara kedua pihak adalah mengumpulkan bukti dan menemukan saksi di Singapura sesegera mungkin. Selain itu, tim ini juga akan memeriksa jejak uang untuk mendeteksi dana atau aset yang masih ada," kata pernyataan Satgasus 1MDB.

Menurut jaksa Singapura, polemik 1MDB merupakan contoh kasus pencucian uang terbesar dan paling rumit. Sistem perbankan dan keuangan Singapura juga digunakan sebagai saluran pencucian uang senilai milyaran dolar AS yang disedot dari 1MDB. Bahkan, dibantu oleh para petugas keuangan dan bankir yang mengabaikan transaksi mencurigakan dan berisiko tinggi untuk tujuan pribadi.

Sejauh ini sudah ada enam negara yang telah bekerja sama dengan Malaysia dalam kasus 1MDB. Di antaranya Amerika Serikat dan Swiss, yang kini telah bergabung untuk menyelidiki pengemplang dana 1MDB yang diduga dilakukan oleh mantan Perdana Menteri Najib Razak. Dalam beberapa tahun terakhir, otoritas Singapura sudah memerintahkan dua bank swasta asal Swiss untuk tutup. Kemudian menjatuhkan denda pada sejumlah bank besar, menyita aset dan mem-blacklist delapan orang dari sektor keuangan yang terlibat transaksi terkait 1MDB.

Malaysia sendiri membuka diri dan berupaya menjalin kerja sama dengan negara lain untuk mengungkap kasus tersebut. Mereka terus menyelidiki aliran dana yang mengalir dari 1MDB. Beberapa dugaan menyebut, sejumlah besar dana 1MDB digelapkan dan dilibatkan dalam pencucian uang melalui sejumlah lembaga keuangan di AS, Eropa, dan Asia.
Sebelumnya, anggota Satgasus 1MDB Malaysia juga sudah bertemu dengan pejabat Biro Investigasi Federal (FBI) dan Departemen Kehakiman AS untuk membahas fokus dan arah penyelidikan. Jaksa dari Swiss juga mengungkapkan adanya niat untuk mulai berkomunikasi dengan Malaysia sesegera mungkin terkait dengan 1MDB.

***

Memang, sejak Mahathir Mohamad terpilih sebagai PM Malaysia pada Rabu, 9 Mei silam, publik Malaysia seolah memasuki babak baru dalam kehidupan politik dan kekuasaan. Euforia pemberantasan korupsi pun semakin besar. Mahathir sedari awal sudah gencar melakukan pembersihan di dalam pemerintahan Malaysia.

Bahkan, sehari sebelum resmi bekerja, Mahathir sudah mengumumkan langkah-langkah besar untuk membersihkan korupsi di negara tersebut dan memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. "Kami ingin memastikan sejak awal bahwa tidak akan ada korupsi di pemerintahan," katanya seperti dikutip Reuters.

Ia pun tidak segan-segan mengatakan bahwa pemerintah juga akan mencari siapa saja yang memberi atau menerima suap atau melakukan apa pun yang dapat diklasifikasikan sebagai korupsi. PM Mahathir Mohamad akan memenuhi janjinya untuk membersihkan negara dari praktik-praktik kotor pemerintahan lama, termasuk membongkar satu kasus korupsi terbesar di Malaysia.

Mahathir diakui akan fokus menuntaskan skandal 1MDB. Bahkan, pria 92 tahun ini langsung membentuk Satgasus 1MDB untuk menyelidiki keterlibatan individu dalam kasus yang diduga melibatkan mantan PM Malaysia Najib Razak tersebut.

Satgasus berisi orang-orang kompeten. Di antaranya ada personel dari Komisi Pemberantasan Korupsi Malaysia (The Malaysian Anti-Corruption Commission --MACC), Kepolisian Negara Malaysia (Polis Diraja Malaysia --PDRM), dan bank sentral Malaysia (Bank Negara Malaysia/BNM).

Nantinya, Satgasus ini akan bertanggung jawab untuk mengidentifikasi keuangan dan menyita aset yang diperoleh menggunakan dana 1MDB. Mahathir memberikan kewenangan besar kepada Satgasus. Di antaranya, memberikan kekuasaan untuk melakukan segala hal terkait penyelidikan. Mahathir juga memberikan kesempatan kepada Satgasus untuk menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga penegak hukum di luar negeri.

Sebelum dibentuk, Mahathir sebenarnya sudah melakukan gebrakan untuk menjawab permintaan para pemilihnya terkait kasus 1MDB tersebut. Simpul-simpul penegakan hukum, yang selama di bawah kepemimpinan Najib terkekang, oleh Mahathir dibuka kembali. Bahkan, ia memerintahkan imigrasi untuk melarang Najib dan sang istri, Rosmah Mansor, bepergian ke luar negeri dan memberhentikan Jaksa Agung Apandi Ali dan pejabat MACC yang diyakini memiliki hubungan dekat dengan Najib.

Langkah itu ia jalankan, setelah adanya temuan bukti oleh MACC bahwa terdapat aliran dana 1MDB sebesar US$ 10,6 juta ke rekening Najib pada akhir 2015. Dana itu berasal dari SRC International Sdn Bhd, unit perusahaan 1MDB. Namun, alih-alih menyelidiki, Apandi malah mengabaikan hasil temuan tersebut. Ia bahkan menolak mengeluarkan izin penyelidikan lebih lanjut terhadap Najib.

Memang, setelah terjadi perombakan personel pada penegak hukum, proses penyelidikan pun menjadi lancar. Najib Razak sudah dipanggil dan diperiksa pada Selasa, 22 Mei lalu, di kantor pusat MACC. Namun, Najib membantah semua tuduhan sejak skandal itu mencuat pada 2015. Ia berdalih, dana yang ada dalam rekening pribadinya merupakan donasi dari Kerajaan Arab Saudi, bukan dari 1MDB.

Sebelumnya, PDRM juga sudah menggeledah kediaman Najib. Pejabat PDRM Amar Singh mengatakan, penggeledahan tidak hanya dilakukan di kediaman Najib, tapi juga di kantor PM serta dua apartemen yang dimiliki keluarga Najib. Sepuluh hari kemudian, Amar Singh berhasil menyita uang tunai sebesar RM 114 juta ringgit dari apartemen-apartemen mewah milik Najib.

Selain uang tunai, aparat juga menyita perhiasan dan jam tangan mewah. "Dari 72 tas yang disita, 35 di antaranya berisi RM 114 juta uang tunai dalam 26 mata uang asing. Ada 37 tas berisi jam tangan dan perhiasan," kata Amar Singh.

Amar mengungkapkan, pihaknya juga menyita sejumlah tas mewah milik istri Najib, Rosmah Mansor. Sebagian besar tas berasal dari merek kenamaan Prancis, Hermes. Penemuan tersebut dilakukan polisi setelah melakukan penggeledahan di 12 tempat yang terkait dengan Najib, termasuk tiga apartemen mewah dan kediaman pribadinya di Taman Duta.

Puluhan tas mewah, jam tangan, dan uang tunai sebesar RM 500.000 juga disita dari kediaman Najib di Taman Duta. Najib mengklaim, barang-barang yang disita merupakan hadiah dari teman-temannya. Sedangkan seluruh uang jumbo tersebut, menurut pria yang menjabat sebagai PM Malaysia sejak 2009 ini, merupakan hasil sumbangan untuk kampanye koalisi Barisan Nasional dalam pemilu lalu.

Selain Najib, Kementerian Keuangan Malaysia juga telah meminta Kantor Pajak, dalam hal ini Dewan Pendapatan Dalam Negeri (IRB), untuk menyelidiki pengusaha Jho Low. Pengusaha kaya yang dekat dengan Najib Razak itu diduga terlibat dalam kasus korupsi tersebut.

Meski belum diketahui keberadaanya, indikasi keterlibatan Jho Low dalam upaya pencucian uang dari 1MDB terendus hingga ke Bali. Kapal wisata mewah miliknya seharga Rp3,5 trilyun sempat disita aparat kepolisian Bali.

Gandhi Achmad

++++

Utang Menggunung, Donasi Menanggung
Utang tak terbendung lagi. Ujungnya pemerintah Malaysia pun membuka rekening tabungan khusus bagi warga yang ingin mendonasikan uang untuk membantu pemerintah membayar utang negara. Menteri Keuangan Malaysia, Lim Guan Eng, mengumumkan bahwa warga yang ingin menyumbang dapat langsung mentransfer uangnya ke akun Maybank dengan nomor rekening 566010626452.

Seperti dilansir ABC News, rekening sumbangan dibuka setelah Perdana Menteri Mahathir Mohamad mengumumkan bahwa utang negara sudah mencapai RM1 trilyun atau Rp3.500 trilyun, setara dengan 65% dari produk domestik bruto (PDB) Malaysia. Tentu saja, jumlah tersebut terpaut jauh dari angka resmi yang dirilis oleh pemerintahan Najib Razak sebelumnya, yakni hanya RM686 milyar atau 50,8% dari PDB.

Diakui Lim, peningkatan tersebut karena pemerintah menjamin pelunasan sejumlah entitas yang tak bisa membayar utangnya sendiri, termasuk utang 1MDB. Karena itulah, Pemerintah Malaysia terbilang keteteran untuk melunasi utang-utangnya. "Kami membuka Tabung Harapan Malaysia untuk menerima donasi rakyat untuk membantu keadaan keuangan negara," kata PM Mahathir Mohamad.

Maklum, Pemerintah Malaysia terancam akan menghadapi defisit finansial akibat skandal lembaga dana investasi pemerintah 1MDB yang masih terus berlangsung. Kegagalan 1MDB membayar utang menjadi biang kerok persoalan ekonomi dan politik serta memengaruhi tingkat kelayakan kredit Malaysia.

Seperti dikutip Bloomberg, perusahaan dan ekonom peringkat kredit telah lama meningkatkan risiko yang terkait dengan utang off-budget Malaysia--meskipun pemerintah sebelumnya membuat kemajuan dalam membawa defisit fiskal turun menjadi 3% dari PDB.

Namun, perusahaan peringkat telah mengatakan bahwa default pada obligasi 1MDB akan memiliki dampak terbatas pada catatan negara lainnya, dan negara dapat menanggung beban utangnya bersama dengan dana tersebut. Standard & Poor's mengatakan, bulan ini tidak melihat 1MDB mempengaruhi peringkat Malaysia, sementara Fitch Ratings mengatakan telah lama melihat dana tersebut sebagai kewajiban pemerintah.

Pemerintah Malaysia menjamin akan membayar utang-utang 1MDB, meski penyelidikan korupsi di lembaga itu masih berlangsung. Lim mengatakan, pembayaran tetap dilakukan meski pemerintah tidak senang ada dana yang dikorupsi. Menurut Lim, langkah tersebut diyakini akan meyakinkan pasar bahwa Pemerintah Malaysia yang baru, tahu apa yang dilakukan.

Sebelumnya, Lim menuding pemerintahan Najib menipu masyarakat serta parlemen atas situasi finansial negara dan 1MDB. Najib dikatakan telah menggelontorkan dana sebesar 6,98 milyar ringgit sebagai bail out untuk 1MDB sejak April 2017. Malaysia akan menjamin utang 1MDB senilai 38 miliar ringgit, sekitar Rp135 trilyun.

Termasuk obligasi, di antaranya mencapai RM5 milyar, yang durasinya mencapai 30 tahun sampai 2039. Dana itu dimaksudkan untuk saham dalam usaha minyak dan gas dengan PetroSaudi International. Kemudian, pada 2012, dengan Goldman Sachs Group Inc senilai US$ 3,5 milyar jatuh tempo pada 2022 dalam dua penjualan. Dana yang ditujukan untuk membeli aset listrik. Catatan ini dijamin oleh kementerian keuangan dan International Petroleum Investment Co. (IPIC) Abu Dhabi.

Lalu, obligasi senilai US$3 milyar dengan durasi 10 tahun yang jatuh tempo pada Maret 2023. Juga diatur oleh Goldman, hasilnya dimaksudkan untuk usaha patungan dengan Abu Dhabi, dan kemungkinan investasi dalam proyek property yang dikenal sebagai Tun Razak Exchange di Kuala Lumpur. Utang itu memiliki surat dukungan dari pemerintah.

Selanjutnya, obligasi senilai RM2,4 milyar yang jatuh tempo antara 2021 dan 2024. Utang itu dijual oleh mantan unit 1MDB Bandar Malaysia Sdn. untuk mengembangkan proyek properti di Kuala Lumpur.

Gandhi Achmad
ARTIKEL LAIN

Cover Majalah GATRA edisi No.48 / Tahun XXIV / 27 Sep - 3 Okt 2018 (Tim Desain/Gatra)
 
RUBRIK

Apa & Siapa
Ekonomi & Bisnis
Focil
Internasional
Laporan Khusus
Laporan Khusus II
Laporan Utama
Multimedia
Nasional
Pariwara
Perjalanan
Surat & Komentar
Teropong
 
Created and maintained by Gatra.com