Home   Gatra.com   Log out  
 
User Name Password  
[ Anggota baru | Lupa password ]
Arsip Majalah | Tentang Gobang | Ketentuan | Menu Anggota

LAPORAN KHUSUS

Budi Arie Setiadi, Ketua Umum Relawan Pro Jokowi: Masak Projo Tidak Boleh Nonton Bola?

Peran Projo sebagai penaggung jawab Panitia Nasional Nonton Bola Piala Dunia 2018 membuat helatan ini bernuansa politik. Bisa menjamin bebas dari sati afiliasi politik?

Membuat acara nonton bareng Piala Dunia 2018 di 15.000 titik pada 517 kabupaten/kota dan 34 provinsi jelas bukan pekerjaan sederhana. Dengan rata-rata melibatkan 200 panitia lokal di tiap titik, total dibutuhkan 3 juta panitia penyelenggara. Oleh sebab itu, relawan Pro Jokowi (Projo), menggandeng elemen relawan pendukung Joko Widodo lainnya untuk gotong royong terlibat dan menyukseskan acara yang ditargetkan akan emndatangkan sekitar 75 juta penonton ini.

Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Nonton Bareng Piala Dunia 2018 ini digelar di Hotel Sahid Jakarta pada 12 April lalu. Di sela-sela kesibukan rakornas bersama perwakilan dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, Ketua Umum Projo yang sekaligus berperan sebagai Penanggung Jawab Panitia Nasional Nonton Bola Piala Dunia 2018, Budi Arie Setiadi, menyempatkan diri menjawab pertanyaan wartawan, termasuk Hidayat Adhiningrat P. dari GATRA. Berikut petikannya:

Ada syarat khusus bagi warga yang mau ikut menonton bareng Piala Dunia 2018 nanti?
Warga yang ikut nonton di lapang free. Bahkan orang mau jualan pun boleh. Pokoknya ini kebersamaan, kerukunan, kedamaian. Pokoknya inilah pasar malamnya rakyat. Tidak dipungut biaya.

Apa yang dimaksud dengan status "non-komersial" pada acara nobar Piala Dunia 2018-nya Projo ini?
Yang dimaksud non-komersial itu adalah, satu, yang nonton tidak boleh dipungut biaya. Kedua, yang mengadakan tidak boleh mencari dana dengan sistem sponsorship, hanya boleh donasi. Dan yang ketiga, dia sebanyak mungkin melibatkan pedagang kaki lima di venue tanpa pungutan. Kecuali pungutan kebersihan dan lain-lain. Tapi bukan pungutan komersial. Pointnya tiga itu.

Selain bantuan berupa dekoder, apakah panitia nasional memberikan subsidi pendanaan ke panitia lokal?
Pokoknya, prinsip utama kita kan gotong royong, partisipatif, mandiri. Yang namanya partisipatif kan ada muncul keinginan atau antusiasme dari bawah. Yang namanya mandiri kita usahakan secara mandiri. Nah, tetapi ada juga prinsip gotong royong. Mungkin ada daerah yang kesulitan kita yang bantu. Jadi ini bukan gerakan top-down, dari atas ke bawah kita siapkan semua. Ini gerakan nasional.

Panitia nasional ini anggarannya dari mana?
Loh, ini gotong royong semuanya. Gotong royong dari berbagai organisasi dan juga elemen masyarakat.
Ada kerja sama dengan Kementerian Olahraga? Oh iya, kita koordinasi dengan menteri.

Program ini identik dengan Projo. Apakah tidak terasa seperti kampanye?
Begini, kegembiraan adalah hak setiap warga negara Indonesia dan dijamin undang-undang. Jadi siapa pun yang melarang warga Indonesia untuk bergembira, itulah yang kita waspadai. Kita ini ingin mengajak warga masyarakat Indonesia untuk bergembira. Apalagi dalam menghadapi tahun politik. Masak Projo tidak boleh nonton bola.

Tidak terafiliasi dengan kegiatan politik?
Kita ini nonton untuk semua orang semua golongan. Tidak bisa dibeda-bedakan. Kan saya sudah bilang, sepak bola ini prinsipnya tidak ada perbedaan. Tidak ada suku, agama, ras, golongan, afiliasi politik, dan lain-lain. Sepak bola ini menciptakan kedamaian. Sepak bola itu adalah momentum untuk mendamaikan.
ARTIKEL LAIN

Cover Majalah GATRA edisi No.48 / Tahun XXIV / 27 Sep - 3 Okt 2018 (Tim Desain/Gatra)
 
RUBRIK

Apa & Siapa
Ekonomi & Bisnis
Focil
Internasional
Laporan Khusus
Laporan Khusus II
Laporan Utama
Multimedia
Nasional
Pariwara
Perjalanan
Surat & Komentar
Teropong
 
Created and maintained by Gatra.com