Home   Gatra.com   Log out  
 
User Name Password  
[ Anggota baru | Lupa password ]
Arsip Majalah | Tentang Gobang | Ketentuan | Menu Anggota

APA & SIAPA

Angga Puradiredja dan Main Golf

Hobi itu juga terus terbawa menginjak remaja, setelah beberapa temannya juga menjadi pemain golf.

Selain sebagai vokalis grup musik Maliq & D'Essentials, Ksatria Graha Puradiredja atau Angga Puradiredja juga dikenal sebagai pemain golf. Angga juga menjadi pemandu acara khusus olahraga, Golf Channel.

Di olahraga golf, kemampuan Angga di tingkatan single handicap 7. Sejak kecil ia mengenal golf. "Dulu memang sering bermain bersama keluarga," katanya. Hobi itu juga terus terbawa menginjak remaja, setelah beberapa temannya juga menjadi pemain golf.

Namun mulai 2003, Angga sibuk dengan kegiatan band-nya. Dia pun jarang latihan golf. Pada 2010 olah raga ini mulai ditekuninya lagi setelah seorang fans Maliq and D'Essensial yang juga atlet PON mengajaknya aktif lagi. "Biasanya kami main di seputar Tangerang," kata Angga.

Kepada Mukhlison S Widodo yang menemuinya di rumahnya kawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat, Angga bercerita bagaimana golf punya kontribusi yang positif bagi karier utamanya sebagai musisi. Petikannya:

Selama main golf pernah ikut kejuaraan yang serius?
Suka ikut-ikutan juga sih, seperti di kejurnas. Itu kan terbuka untuk umum dan biasanya handicap di bawah 8 itu boleh ikut. Cuma saya penggembira saja, karena biasanya di kejuaraan-kejuaraan itu digunakan untuk seleksi atlet yang akan masuk kejuaraan besar seperti Asian Games atau SEA Games.

Ada manfaat mengikuti kejuaraan seperti ini?
Biar dapat situasi formalnya saja. Karena di kejuaraan resmi kan soal aturan, memang benar-benar ditaati. Belum lagi di situ ada banyak atlet sehingga situasinya benar-benar beda. Jadi, ingin mendapat yang tegang-tegangnya sehingga bisa meningkatkan kemampuan, mentalnya terbentuk.

Sering bertanding juga dengan para atlet itu?
Kan kelasnya beda, kelas atlet sama kelas amatir. Mungkin kalau saya bisa meluangkan waktu dan ada pelatih, saya bisa juga jadi profesional. Tapi itu kan butuh dedikasi, skala prioritasnya beda. Sementara sering, misalnya kalau pertandingan itu tiga hari, karena bersamaan dengan waktu manggung, jadi main golf dua hari, hari ke tiga cabut.

Apa efek dari menjadi pemain golf sekaligus jadi musisi?
Olahraga dapat menambah value saya sebagai vokalis atau untuk band. Karena image sehatnya, olahraga itu kan bukan hanya gaya-gayaan. Di situ kan ada sportivitas, dedikasi ada tanggung jawab juga bagaimana kita memainkan permainan itu. Selain itu dari main golf itu bisa dilihat karakter orangnya apakah dia jujur, sportif, atau suka curang.

Selama ini Anda juga dekat dengan para caddy?
Caddy khususnya yang laki-laki itu secara permainan mereka sangat membantu. Bisa memberi masukan detail seperti sisi jarak, pilihan stik, hingga cara memukul. Kadang juga bisa memberi masukan psikologis. Seperti meminta istirahat hingga sekedar menyodorkan handuk biar nyaman. Jadi, kalau kita lagi fight dia juga fight di belakang kita.

Anda juga punya gerakan di akun instagram @MainGolfYuk, apa tujuannya?
Visi misinya ingin membuat olah raga golf itu muda, murah dan enggak eksklusif. Karena dulu olahraga golf identik dengan para pemain bapak-bapak, eksklusif banget, juga mahal. Jadi, gerakan ini ingin mengajak agar olahraga golf lebih kasual.
ARTIKEL LAIN

Cover Majalah GATRA edisi No.32 / Tahun XXIV / 7 - 12 Jun  2018 (Tim Desain/Gatra)
 
RUBRIK

Apa & Siapa
Ekonomi & Bisnis
Focil
Ilmu & Teknologi
Internasional
Kesehatan
Kolom
Laporan Khusus
Laporan Utama
Multimedia
Nasional
Pariwara
Pendidikan
Perjalanan
Seni Rupa
Surat & Komentar
Wawancara
 
Created and maintained by Gatra.com