Home   Gatra.com   Log out  
 
User Name Password  
[ Anggota baru | Lupa password ]
Arsip Majalah | Tentang Gobang | Ketentuan | Menu Anggota

NASIONAL

Kiprah Pemasok Para Direktur BUMN

Sistem talent pool di lingkungan BUMN mulai dibangun pada Agustus 2017. Targetnya tidak hanya menyediakan pasokan-pasokan top talent kelas direksi BUMN, namun juga untuk institusi pemerintahan lain dalam skala nasional.

September 2018 menjadi bulan yang sibuk bagi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Pada bulan itu terjadi sejumlah perpindahan pucuk pimpinan dan perombakan direksi sejumlah perusahaan BUMN. Diawali dengan pergantian Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk., Jobi Trianda Hasjim, oleh Gigih Prakosa Soewarto.

Sebelum ditugasi untuk memimpin PGN, Gigih menjabat sebagai Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko PT Pertamina. Ia juga sempat menjabat sebagai Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN, bersamaan dengan diangkatnya Jobi sebagai Direktur Utama PGN pada Mei 2017.

Belum diketahui ke mana Jobi akan berlabuh. Namun dari informasi yang beredar di lingkungan Kementerian BUMN, mantan Dirut PT Rekayasa Industri (Rekind) itu akan menempati pos baru, juga sebagai dirut di BUMN yang sesuai dengan latar belakang keahliannya: konstruksi dan engineering.

Tour of duty lain di lingkungan BUMN pada September adalah pergantian Dirut PT Garuda Indonesia, Pahala N. Mansury, oleh Dirut Pelindo III, I Gusti Ngurah Ashkara Danadiputra. Pahala adalah eks Direktur Keuangan Bank Mandiri. Usai pencopotannya di Garuda, Pahala sekarang ditempatkan menjadi Direktur Keuangan Pertamina.

Sementara itu, I Gusti Ngurah Ashkara Danadiputra –atau akrab dipanggil Ari—sebelum menjabat sebagai Dirut Pelindo III, sempat berpindah-pindah posisi, antara lain sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Garuda serta Direktur HR dan Pengembangan sistem di PT Wijaya Karya. Pengganti Ari di Pelindo III adalah Doso Agung, yang sebelumnya menjabat sebagai Dirut Pelindo IV.

Tahun-tahun belakangan, permutasi direksi, pergantian, dan perpindahan pucuk pimpinan di perusahaan pelat merah adalah bagian dari praktik business as usual yang jarang disertai gonjang-ganjing atau kegaduhan. Bahkan pergantian profesional puncak sebuah BUMN ke BUMN lainnya dengan bidang berbeda juga kerap berjalan mulus.

Contohnya, Sofyan Basir, yang sekarang memimpin PT.PLN, sebelumnya adalah Dirut Bank BRI yang dianggap sukses mengantarkan bank pelat merah itu sebagai bank papan atas di Indonesia. Bankir lain yang banting setir adalah Budi Gunadi Sadikin. Sebelum didapuk memimpin Dirut PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) sebagai holding BUMN tambang. Budi pernah duduk sebagai Dirut Bank Mandiri.

Banyak kalangan percaya bahwa minimnya kecemasan dan kegaduhan dalam proses perpindahan dan pergantian di lingkungan perusahaan BUMN itu disebabkan oleh penerapan sistem talent pool yang ciamik oleh Kementerian BUMN.

Sederhananya, talent pool ini berfungsi mengumpulkan profesional terbaik di setiap BUMN, supaya pada saat membutuhkan orang dengan kualifikasi tertentu yang diinginkan, perusahaan sudah memiliki database yang kuat. Alhasil, jenjang karier profesional BUMN tidak mentok di satu BUMN saja.

Sistem ini resminya bernama Integrated Talent Management System (ITSM). Sistem ini mulai dibangun pada Agustus 2017. Dalam SK Menteri BUMN Nomor 191/MBU/09/2017 disebutkan bahwa yang bertanggung jawab dalam satuan tugas ITMS BUMN adalah Sekretaris Menteri BUMN dan seluruh deputi di Kementerian BUMN.

ITMS menjadi elemen utama Kementerian BUMN dalam melakukan transformasi human capital. Tujuannya adalah untuk memastikan ketersediaan talent pool BUMN dan kesiapan talent dalam mendukung pertumbuhan BUMN yang berkelanjutan. Oleh karena itu, dalam mengoperasikan ITMS, kementerian bekerja sama dengan Forum Human Capital Indonesia (FHCI).

Proses kerja ITMS dimulai dengan Talent Committee. Komite ini bertugas dalam proses akuisisi talent untuk kandidat direksi, menetapkan klasifikasi calon kandidat direksi, menyusun program dan pelaksanaan pengembangan talent, serta menyusun pelaksanaan talent mobility berdasarkan Keputusan Menteri BUMN.

Ketua FHCI, Herdy Harman, mengatakan bahwa dengan ITMS diharapkan seluruh BUMN dapat memiliki standar pengelolaan talent pool yang searah. Dengan sistem ini, SDM terbaik dari tiap-tiap BUMN dapat dilihat melalui profil talent, rekam jejak, kinerja, dan hasil dari assessment center yang dilakukan oleh lembaga profesional yang telah ditunjuk oleh Kementerian BUMN.

“Dengan begitu, pemenuhan SDM antar-BUMN dapat lebih transparan, fair, dan semakin sesuai dengan kebutuhan, aspirasi, dan keminatan,” ujar Herdy, yang juga bertugas dalam Tim Pengarah Satgas Pembentukan ITMS, kepada GATRA.

Assessment center dikembangkan sebagai model yang memiliki tingkat validitas tinggi dalam merekomendasikan talent yang dibutuhkan. Antara lain dengan mengemban fungsi sebagai penguji kandidat talent atas 12 kompetensi yang disyaratkan. “Assessment center dilakukan oleh lembaga profesional yang ditunjuk dan bisa berlangsung selama 8-12 jam,” kata anggota tim seleksi Lembaga Profesional Uji Kelayakan dan Kepatutan Bakal Calon Direksi BUMN, Wing Antariksa.

Hasil assessment yang dilakukan oleh enam lembaga profesional yang dipilih berdasarkan surat Menteri BUMN bernomor S147/MBU/02/2016 akan berupa rekomendasi status kandidat, misalnya “disarankan”, “disarankan dengan pengembangan”, atau “tidak disarankan”.

Itu model untuk menyediakan pasokan-pasokan top talent kelas direksi. Sementara itu, untuk kebutuhan permutasi dan distribusi talent di bawah kelas direksi, FHCI telah membangun sistem bernama talent exchange. Mekanisme ini memungkinkan dalam suatu waktu pemenuhan kebutuhan tenaga ahli antar BUMN dapat tercapai sesuai dengan kerangka sinergi BUMN.

“Contohnya, beberapa talent yang memiliki letar belakang IT di satu BUMN dapat ditempatkan di BUMN lain yang sedang membangun sistem IT,” kata Wing yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal FHCI.

Herdy Harman menegaskan bahwa sistem talent pool di lingkungan BUMN diproyeksikan juga untuk memenuhi kebutuhan nasional akan talent berkualitas. Ia mencontohkan sejumlah direksi BUMN yang memimpin institusi nasional lain seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK), “Bahkan beberapa mantan Direksi BUMN menduduki jabatan Menteri dalam Kabinet Kerja, seperti Budi Karya Sumadi, Arief Yahya, dan Ignatius Jonan,” kata Herdy.

Bambang Sulistiyo dan Aulia Putri Pandamsari
ARTIKEL LAIN

Cover Majalah GATRA edisi No.7 / Tahun XXV / 13 - 19 Des 2018 (Tim Desain/Gatra)
 
RUBRIK

Apa & Siapa
Ekonomi & Bisnis
Focil
Ilmu & Teknologi
Internasional
Kolom
Laporan Utama
Lingkungan
Nasional
Olahraga
Pariwara
Perjalanan
Surat & Komentar
Teropong
Wawancara
 
Created and maintained by Gatra.com