Home   Gatra.com   Log out  
 
User Name Password  
[ Anggota baru | Lupa password ]
Arsip Majalah | Tentang Gobang | Ketentuan | Menu Anggota

LAPORAN UTAMA

Huawei Terseret Kasus Pencurian Teknologi

Kantor Kejaksaan Distrik Suwon, Korea Selatan, sedang mendalami kasus pencurian cetak biru laminasi panel 3D flexible organic light-emitting diodes (OLED) milik Samsung Display Co. Ltd., anak usaha Samsung Electronics Co. Ltd. Perusahaan Toptec Co. Ltd., rekanan Samsung Display, diduga menjual cetak biru teknologi OLED panel 3D kepada perusahaan-perusahaan Cina.

Kejaksaan telah menetapkan 11 tersangka pegawai dari Toptec Co Ltd, termasuk Presiden Toptec, Bang In-bokm, dan perusahaan afiliasinya pada akhir November. Jaksa menduga Toptec menjual cetak biru itu dengan harga 15,5 milyar won atau setara dengan US$13,80 juta. Padahal, Samsung mengaku harus merogoh anggaran sebesar 150 milyar won, atau setara dengan US$135 juta untuk mengembangkan teknogi tersebut selama enam tahun.

Seperti dikutip dari Asia Nikkei Review, BOE Technology Group adalah satu dari empat perusahaan yang membeli cetak biru laminasi 3D OLED. Belakangan diketahui, BOE merupakan pemasok komponen layar telepon pintar produksi Huawei. Kejaksaan pun menduga, aksi pencurian ini berkaitan dengan Huawei. Dari kalkulasi Samsung Electronics, akibat aksi ilegal ini pihak korporasi mengalami kebocoran pendapatan sebesar 6,5 trilyun won (US$5,8 milyar). Samsung juga harus kehilangan laba sebesar 1 trilyun won atau setara dengan US$885 juta.

Pihak Toptec membantah tuduhan tersebut. CEO Toptec, Lee Jae-won, mengatakan perusahaannya telah bekerjasama dengan Samsung Display selama 26 tahun, sehingga kecil kemungkinan melakukan kecurangan. Lee juga menegaskan bahwa Toptec memang melakukan ekspor teknologi layar melengkung ke Cina. “Tetapi, dengan sepengetahuan perusahaan (Samsung),” kata Lee seperti dikutip dari media Korea Selatan, The Investor.

OLED panel 3D merupakan teknologi dasar untuk memproduksi ponsel lipat (foldable smartphone). Samsung mengklaim, konsep teknologi ini sudah digunakan pada Samsung Galaxy Note 9. Dengan teknologi OLED laminasi 3D, layar ponsel bisa dilengkungkan sehingga tidak pecah. Saat ini, kedua produsen ponsel itu, Samsung dan Huawei, lagi bersaing di pasar ponsel lipat.

Para pengamat teknologi setempat menilai, teknologi OLED adalah masa depan ponsel. Wajar saja, ia menambahkan, persaingan perusahaan ponsel semakin kompetitif. Akibatnya tidak menutup kemungkinan, setiap perusahaan berjuang untuk mendapatkan teknologi tersebut.

Jika Huawei terbukti bekerja sama dengan Toptec untuk mencuri cetak bitu teknologi laminasi 3D OLED Samsung, maka pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump ada benarnya: aksi curi teknologi Cina memang laten. Sebaliknya, jika tuduhan itu tidak benar maka perusahaan Cina kembali mendapat serangan dagang. “Bahkan melalui cara ilegal,” katanya seperti dilansir dari Asia Nikkei Review.

Hendry Roris Sianturi
ARTIKEL LAIN

Cover Majalah GATRA edisi No.7 / Tahun XXV / 13 - 19 Des 2018 (Tim Desain/Gatra)
 
RUBRIK

Apa & Siapa
Ekonomi & Bisnis
Focil
Ilmu & Teknologi
Internasional
Kolom
Laporan Utama
Lingkungan
Nasional
Olahraga
Pariwara
Perjalanan
Surat & Komentar
Teropong
Wawancara
 
Created and maintained by Gatra.com