Home   Gatra.com   Log out  
 
User Name Password  
[ Anggota baru | Lupa password ]
Arsip Majalah | Tentang Gobang | Ketentuan | Menu Anggota

ILMU & TEKNOLOGI

AIKO, Si Pelacak Kayu

Aplikasi AIKO mengidentifikasi kayu hanya dalam hitungan detik. Memanfaatkan teknologi computer vision dan kecerdasan buatan.

Bagi AIKO, tak sulit mengidentifikasi kayu. Hanya dalam hitungan detik, AIKO mampu mengenali secara detail beragam data tentang kayu yang diidentifikasi. Dari nama ilmiah, nama lokal, jenis kayu, hingga kegunaannya. Padahal, untuk mengidentifikasi kayu perlu waktu yang lama. Bisa memakan waktu dua minggu atau paling cepat satu hari. Tergantung tingkat kerumitannya karena ada 163 karakter kayu yang perlu dicermati.

Jangan salah terka, AIKO bukan nama seorang ahli taksonomi tumbuhan. Ia adalah sebuah aplikasi smartphone atau telepon pintar berbasis Android dan iOS (iPhone). Aplikasi AIKO –singkatan dari “Alat Identifikasi Kayu Otomatis”—merupakan inovasi para peneliti dari Pusat Penelitian Pengembangan Hasil Hutan (P3HH) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang bersinergi dengan Pusat Penelitian Informatika Lembaga Ilmu dan Penelitian Indonesia (LIPI) dan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

Senin pekan lalu, AIKO mendapatkan banyak pujian saat tampil di ajang Konferensi Perubahan Iklim PBB (COP24) di Katowice, Polandia. “Aplikasi AIKO bisa membantu meningkatkan kinerja pelaku usaha dan industri perkayuan, membantu mempercepat proses penegakan hukum, dan meningkatkan kredibilitas dokumen V-Legal SVLK (Sistem Verifikasi Legalitas Kayu),” kata Kepala P3HH, Dwi Sudharto, kepada GATRA, Kamis pekan lalu.

Identifikasi kayu memiliki beragam manfaat. Tak hanya bagi bidang ilmu pengetahuan, identifikasi kayu juga bermanfaat dalam penegakkan hukum. Misalnya, memudahkan aparat penegak hukum ketika mencari bukti pelanggaran tindak pidana illegal logging. Di sektor bisnis, identifikasi kayu dibutuhkan oleh para pelaku bisnis untuk menentukan nilai komersial kayu.

Berkaitan dengan identifikasi kayu, P3HH memiliki Xylarium Bogoriense atau perpustakaan kayu di Bogor, Jawa Barat, yang memberikan jasa layanan identifikasi kayu. Penguna layanan ini berasal dari berbagai kalangan, dari pengusaha kayu, industri perkayuan, Bea & Cukai, kepolisian, lembaga sertifikasi, hingga petugas KLHK di lapangan. Untuk layanan jasa identifikasi dikenakan tarif Rp250.000 per identifikasi.

Dwi mengungkapkan, inovasi aplikasi AIKO lahir dari kebutuhan untuk mempersingkat proses identifikasi kayu. Selama ini, pengguna layanan identifikasi kayu memerlukan hasil identifikasi yang akurat dan cepat. Namun dengan cara manual, Dwi melanjutkan, dibutuhkan waktu satu hinga dua minggu. Karena itulah, banyak pengguna yang mengeluhkan lamanya proses identifikasi. “Dengan aplikasi AIKO, kita ingin mempercepat proses identifikasi dan dapat diaplikasikan secara mudah oleh pengguna secara langsung,” katanya.

Sementara itu, Peneliti Pusat Penelitian Informatika LIPI, Esa Perkasa menjelaskan bahwa teknologi yang digunakan AIKO adalah computer vision, yakni memanfaatkan data citra dari perangkat kamera telepon pintar yang kemudian diidentifikasi dengan menggunakan algoritma kecerdasan buatan. Atau yang dikenal dengan nama deep learning algorithm. Kemampuan untuk melakukan identifikasi kayu ini dijalankan dengan memanfaatkan aplikasi berbasis mobile atau aplikasi Android dan iOS yang terkoneksi langsung dengan server milik LIPI.

Cara kerjanya, gambar penampang lintang kayu difoto dengan menggunakan kamera telepon pintar yang dilengkapi kaca pembesar bercahaya. Foto yang telah diperoleh oleh aplikasi AIKO kemudian dikirimkan ke algoritma identifikasi yang tersimpan di server LIPI, untuk kemudian dilakukan identifikasi jenis kayu. “Hasil identifikasi, berupa nama spesies, kemudian dikirimkan kembali ke aplikasi AIKO, agar pengguna dapat langsung mengetahui nama spesies kayu yang sedang diamati,” kata Esa.

Algoritma identifikasi yang berada di server LIPI, adalah hasil dari pelatihan algoritma kecerdasan buatan pada seluruh data kayu yang tersedia. Pelatihan algoritma dianggap cukup, jika tercapai tingkat akurasi hingga 97%. Sementaara itu, data kayu diperoleh dari koleksi kayu di Xylarium Bogoriense. Perpustakaan kayu ini merupakan xylarium terbesar di dunia dengan 193.858 spesimen kayu autentik. Koleksi kayunya terdiri dari 110 suku, 785 marga dan 3.667 species. Jenis-jenis kayu tersebut dilengkapi dengan informasi ciri-ciri makro dan mikro dan herbarium sebagai rujukan untuk mengidentifikasi kayu.

Menurut Peneliti P3HH, Ratih Damayanti, ingatan manusia bisa terbatas hanya pada beberapa jenis kayu, Selain itu, manusia sering mengalami kesulitaan saat melakukan identifikasi kayu karena ada struktur anatomi kayu yang secara kasat mata mirip. Sehingga agak sulit membedakannya. Tapi dengan computer vision, perbedaan-perbedaan itu bisa terlihat. “Kuncinya adalah di database. Semakin banyak dan semakin komplet kita memasukkan data, keakuratan AIKO akan semakin tinggi,” ia menerangkan.

Sujud Dwi Pratisto dan Dara Purnama

-----------Infografis ---------------

Kegunaan Identifikasi Kayu

- Membantu memberikan informasi penanganan kayu secara tepat ==> setiap jenis memiliki sifat yang berbeda

- Mengantisipasi kayu palsu/ tiruan, sehingga dapat memberikan manfaat kesehatan secara optimal

- Untuk melacak sejarah dan asal usul kayu

- Mencegah peredaran kayu illegal dan penyelundupan

- Memudahkan pengecekan jenis kayu di pelabuhan

- Pengembangan IPTEK dan referensi bagi para mahasiswa

- Mendukung penelitian sifat dan kegunaan kayu

***

Kelemahan Identifikasi Kayu dengan Metode Konvensional

- Metode standar: makroskopis & mikroskopis ==> 163 ciri kunci identifikasi kayu (IAWA, 1989) ==> hasil rekomendasi jenis ?dibandingkan dengan koleksi kayu autentik ?butuh waktu 1 - 2 minggu
- Diperlukan keahlian khusus ==> petugas yang mampu mengidentifikasi jenis kayu terbatas

- Hasil identifikasi jenis kayu terkait beberapa hal penting seperti: tarif iuran SDH, kayu sebagai barang bukti di pengadilan, dan sebagai dasar pengolahan kayu di industri

Keunggulan Identifikasi Kayu Dengan Metode Aplikasi AIKO

- Mempercepat waktu yang diperlukan untuk identifikasi jenis kayu ==> semula 1-2 minggu menjadi hanya dalam hitungan detik

- Identifikasi jenis lebih akurat dan dapat memberikan informasi secara komprehensif: jenis kayu, nama dagang, klasifikasi kayu, berat jenis, kelas kuat, kelas awet, potensi kegunaan

- Membantu meningkatkan kinerja pelaku usaha dan industri perkayuan

- Membantu mempercepat proses penegakan hukum lingkungan hidup dan kehutanan.

- Meningkatkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP)

Cover Majalah GATRA edisi No.7 / Tahun XXV / 13 - 19 Des 2018 (Tim Desain/Gatra)
 
RUBRIK

Apa & Siapa
Ekonomi & Bisnis
Focil
Ilmu & Teknologi
Internasional
Kolom
Laporan Utama
Lingkungan
Nasional
Olahraga
Pariwara
Perjalanan
Surat & Komentar
Teropong
Wawancara
 
Created and maintained by Gatra.com